PKS Akan Usung Kadernya di Pilpres 2024, Bagaimana Peluangnya?
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengusung kadernya untuk maju pada pemilihan calon presiden dan wakil presiden 2024.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
"Memang yang tidak puas akan otomatis ke PKS? Belum tentu juga," ujar Daniel saat dihubungi, Jakarta, Senin (28/12/2020).
Menurut Daniel, harapan mendulang suara dari masyarakat yang tidak puas dengan pemerintahan, merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan oleh partai politik.
Baca juga: Presiden PKS Instruksikan 5 Langkah Perkuat Ketahanan Politik
Baca juga: PKS Berharap Bisa Usung Kadernya Maju di Pilpres 2024
"Karena semua partai berusaha untuk menjadi lebih baik dan besar kok, yang penting tunjukkan bukti kerja-kerja untuk rakyat, dan memperjuangkan sebaik mungkin apa yang menjadi harapan rakyat," papar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.
Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, harapan masyarakat terhadap PKS sangat besar, karena menjadi satu-satunya partai yang secara jelas bersikap oposisi.
Di sisi lain, kata Syaikhu, survei Litbang Kompas pada Oktober 2020 menunjukkan, sekitar 52,5 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.
"Ini peluang bagi PKS. Kita harus memastikan suara rakyat yang tidak puas tersebut berlabuh kepada kita," ujar Syaikhu dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) se-Indonesia yang dilakukan serentak secara virtual di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (27/12/2020).
PKS Percaya Diri Tahun 2024 Raih Kemenangan, Incar Suara Rakyat yang Tidak Puas dengan Jokowi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut tahun 2024 merupakan momentum kemenangan PKS dan membuat partai semakin besar.
Hal itu disampaikan dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) se-Indonesia yang
dilakukan serentak secara virtual di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (27/12).
"Kepada seluruh keluarga besar PKS, saya tegaskan bahwa tahun 2024 mendatang
adalah momentum kemenangan kita," ujar Syaikhu.
Menurut Syaikhu, harapan masyarakat terhadap PKS sangat besar, karena satu-
satunya partai yang secara jelas bersikap oposisi.
Di sisi lain, survei Litbang Kompas pada Oktober 2020 menunjukkan, ada sekitar 52,5 persen masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.
"Ini peluang bagi PKS. Kita harus memastikan suara rakyat yang tidak puas tersebut
berlabuh kepada kita," ujar Syaikhu.
Baca juga: Presiden PKS Instruksikan 5 Langkah Perkuat Ketahanan Politik
Syaikhu pun mengingatkan target capaian pemilihan legislatif nasional 2024 yang telah
ditetapkan dalam Munas V PKS bulan lalu, yakni minimal 15 persen.
Selain itu, kata Syaikhu, PKS juga akan ikut serta dalam mengusung kader internal sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024.