Breaking News:

Mahfud MD Beberkan Kerjanya Dalam Penanganan Radikalisme dan Terorisme Sepanjang 2020

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan pekerjaannya dalam menangani radikalisme dan terorisme selama 2020.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD ketika menyampaikan konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan sejumlah pekerjaannya dalam menangani radikalisme dan terorisme sepanjang 2020.

Pertama mengkordinasikan persiapan aturan teroris lintas batas atau dikenal sebagai Foreign Terroris Fighter (FTF).

Dalam hal itu, kata Mahfud MD, pemerintah telah membuat aturan khususnya bagi mereka yang telah bergabung dalam tindak terorisme di luar negeri antara lain bergabung dengan ISIS di Suriah. 

Aturan tersebut, kata Mahfud MD, menegaskan menolak mereka yang telah bergabung dengan ISIS untuk pulang ke Indonesia karena mereka telah dianggap kehilangan kewarganegaraannya. 

Hal tersebut disampaikannya dalam tayangan bertajuk Kaleidoskop 2020: Menjaga Keutuhan NKRI dan Pancasila Sebagai Pedoman Berbangsa dan Bernegara yang diunggah di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Rabu (30/12/2020).

"Tapi kita memberi kesempatan kepada anak yang berumur di bawah 10 tahun dan yatim piatu itu bisa dipulangkan. Itu satu yang kita buat kebijakannya sekarang," kata Mahfud MD. 

Baca juga: Mahfud MD Beberkan Kinerja Penegakan Hukum Tahun 2020, dari Korupsi Jiwasraya Hingga Rizieq Shihab

Selanjutnya, kata Mahfud MD, ia mengkoordinasikan pembuatan Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme yang Berbasis Kekerasan. 

Mahfud MD mengatakan RAN tersebut dimotori oleh BNPT yang diikuti oleh lintas kementerian dan lembaga. 

Saat ini, kata Mahfud MD, dari sudut peristilahan secara hukum, politik, hukum internasional, hukum nasional sudah diserasikan, dan sekarang sudah jadi. 

"Tinggal diimplementasikan, diwujudkan secepatnya. Karena sekarang banyak sekali ya ekstrim basisnya kekerasan," kata Mahfud MD. 

Baca juga: Polri Sebut Ada 12 Lokasi Pelatihan Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah, Salah Satunya di Ungaran

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved