Breaking News:

Wapres Minta Sandiaga Libatkan Pesantren dalam Bangun Pariwisata

Pemberdayaan tersebut dipaparkannya dilakukan lewat dua pendekatan, yaitu sektor keuangan melalui Lembaga keuangan syariah, Baitul Mal Wattamwil

Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (30/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, (5/1/2021). 

Sandiaga mengatakan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas sejumlah perkembangan percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

Selaku penanggung jawab sektor pariwisata, KH Maruf Amin kata Sandi meminta dirinya  menjadikan budaya bersih sebagai suatu kenormalan baru. Salah satunya dengan Penerapan protokol kesehatan yang ketat lewat K4 atau CHSE. Tujuannya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Selain itu, KH Maruf Amin mendorong agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkordinasi dengan berbagai sektor.

Selanjutnya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta penyaluran bantuan tunai kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak.

Baca juga: Menkes akan Bantu Sandiaga Susun Protokol Kesehatan untuk Pariwisata

"Pak Wapres menitipkan pendekatan dua klaster, yaitu usaha mikro kecil sebagai satu klaster yang harus diberikan pemberdayaan dan bantuan sosial, kemudian klaster menengah usaha besar yang harus diberikan insentif kebijakan agar mereka bisa bertahan di saat pandemi ini," kata Sandi pada Selasa (5/1/2021).

"Bapak Wakil Presiden juga mencontohkan ada satu yang bisa difokuskan-diprioritaskan, yaitu konsep seperti Balkon Desa, balai ekonomi desa yang sudah dianggap berhasil dan menjadi best practice di salah satu destinasi pariwisata super prioritas, yaitu Borobudur," tambahnya.

Sandi juga mengingat betul pesan KH Maruf Amin yang menginginkan agar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat melibatkan pesantren.

Pemberdayaan tersebut dipaparkannya dilakukan lewat dua pendekatan, yaitu sektor keuangan melalui Lembaga keuangan syariah, Baitul Mal Wattamwil (BMT).

Lewat BMT, pihaknya diminta untuk memperluas desa wisata dan serta mengembangkan produk ekonomi kreatif yang dapat menggerakan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan.

Baca juga: Refleksi Akhir Tahun, Pengembangan Pariwisata Danau Toba Harus Terpadu

"Bagaimana kita menjadikan 28.000 pesantren ini sebuah sarana penggerak dan fasilitas juga untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan bergerak layaknya dinamo. Ini yang tentunya juga Pak Wapres harapkan ke depan," jelas Sandi.

Pesan terakhir yang disampaikan KH Maruf Amin diungkapkan Sandi adalah kesiapan lima destinasi super prioritas (DSP), yakni meliputi kesiapan pelaku usaha atau sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Jadi bukan hanya infrastruktur yang dibangun, tapi juga peningkatan SDM melalui pemberdayaan," pungkas Sandi.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved