Breaking News:

Kurang dari 2 Bulan 13 Kali Kecelakaan, DFW Indonesia : Keselamatan Kapal Nelayan RI Memprihatinkan

DFW menyarankan kepada nelayan Indonesia agar mematuhi anjuran otoritas pelabuhan dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.

Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Aktivitas nelayan di Kampung Tambaklorok, Semarang Utara, Kamis (22/8/2021). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan mengatakan tingkat kecelakaan kerja yang dialami oleh kapal ikan dan perahu nelayan masih tergolong tinggi. 

Dalam kurun waktu 1 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021, terdapat 13 kali insiden kecelakaan yang dialami oleh perahu nelayan dan kapal perikanan di perairan Indonesia.

Abdi mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan, pemberian informasi dini, melengkapi alat keselamatan kerja di kapal dan memastikan nelayan dan awak kapal perikanan ikut serta dalam program asuransi nelayan.

Apalagi kecelakaan laut yang terjadi dan dialami oleh kapal nelayan tersebut telah menimbulkan korban jiwa. 

"Dari 13 insiden tersebut, kami mencatat ada 48 orang korban, dengan rincian 28 hilang, 3 meninggal dan 17 selamat," ujar Abdi, kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Kapalnya Mati Mesin di Perairan Beriulau, 2 Nelayan Diselamatkan Tim SAR Mentawai

Menurutnya, pemerintah perlu menekan tingkat kecelakaan di laut yang akhir-akhir ini banyak terjadi pada kalal nelayan. 

Insiden terbaru menyasar kapal ikan KMN Berkah Abadi yang bertabrakan dengan kapal tanker di perairan Jepara, Jawa Tengah.

Baca juga: Kopaska Selamatkan Nelayan yang Mengapung di Perairan Untung Jawa Saat Pencarian Sriwijaya Air

“Akibat insiden tersebut hingga saat ini 12 awak kapal perikanan KMN Berkah Abadi hilang dan belum ditemukan. Ini insiden yang makan korban terbanyak karena dialami oleh kapal ikan ukuran besar," ungkap Abdi. 

Faktor utama penyebab kecelakaan yang dialami oleh kapal nelayan adalah karena cuaca ekstrim seperti gelombang tinggi yang menyebabkan kapal terbalik, tabrakan dengan kapal besar, kerusakan mesin dan terbawa arus. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved