Breaking News:

Kisah Buruh Migran Sumarwini, Belasan Tahun Tertahan di Saudi Akhirnya Bisa Pulang ke Jember

Sumarwini telah meninggalkan kampung halaman sejak 14 tahun lalu, 5 tahun menghuni penjara Saudi dan tinggal di penampungan KBRI selama 7 tahun.

Dok. KBRI Riyadh
Sumarwini binti Giono. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM – Sumarwini binti Giono, pekerja migran Indonesia (PMI) kurang beruntung asal Jember, Jawa Timur, dan dikenal sebagai penghuni terlama di penampungan Ruhama, KBRI Riyadh, akhirnya bisa pulang kampung.

Sumarwini telah meninggalkan kampung halaman sejak 14 tahun lalu, 5 tahun menghuni penjara Saudi dan tinggal di penampungan KBRI selama 7 tahun.

Pada Selasa (19/1/2021), Sumarwini akhirnya memastikan bisa pulang kembali ke tanah air dengan menggunakan maskapai Etihad yang berangkat dari Riyadh.

Ia juga berhasil dibebaskan dari tuntutan denda Rp. 5,6 miliar.

“Alhamdulillah ya Rabbi. Terima kasih KBRI Riyadh yang telah banyak membantu saya”, ujar Sumarwini dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Pemeriksaan Jasad Pekerja Migran Sunakip di Taiwan Dijadwalkan 25 Januari 2021

Wajahnya penuh bahagia mengetahui dirinya berhasil mendapat exit permit dan tiket kepulangan. 

Berdasarkan informasi dari KBRI Riyadh, Sumarwini berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2006 dengan tekad memperbaiki nasib dan membangun mimpi.

Baca juga: Sidak Awal tahun, Satgas PMI Amankan 21 Calon Pekerja Migran Ilegal

Namun ternyata rencananya tersebut kemudian tidak berjalan sesuai harapan.

Sekitar 2 tahun bekerja di rumah majikan di kota Riyadh, ia pada 2008 mendapat tuduhan telah melakukan tindak kekerasan dan perbuatan tidak sewajarnya kepada dua anak majikan yang masih di bawah umur.

Halaman
123
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved