Breaking News:

Aktivis KAMI Ditangkap

Jumhur Hidayat Tolak Dakwaan Jaksa Sebut Cuitannya di Twitter Picu Demo Rusuh UU Cipta Kerja

Pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat menolak dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan saat dihadirkan dalam rilis kasus di Bareskrim Polri, Kamis (15/10/2020). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat menolak dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

Dalam perkara ini, Jumhur didakwa menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, terkait Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Penolakan dakwaan itu disampaikan Jumhur Hidayat yang terhubung secara daring, saat diminta tanggapan oleh Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2021) siang.

"Saudara Jumhur gimana tadi sudah mendengar dakwaan yang dibacakan? Saudara mengerti?" tanya Hakim.

Baca juga: Tak Kunjung Diberi Berkas Perkara, Kuasa Hukum Jumhur Hidayat: Bagaimana Cara Kami Bisa Membela

"Mengerti Yang Mulia. Tapi saya menolak," jawab Jumhur.

Kemudian hakim mempersilakan pihak tim kuasa hukum Jumhur apakah akan mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa, atau menerima dan melanjutkan persidangan perkara utama.

"Ya nanti saya tanya penasehat hukum anda mengajukan keberatan atau tidak ya," ujar hakim.

Baca juga: Kuasa Hukum Pentolan KAMI: Cuitan Jumhur Hidayat Tak Ada Kaitannya Dengan Dakwaan Picu Keonaran

Sementara kuasa hukum Jumhur dari YLBHI, Muhammad Isnur menyatakan bakal mengajukan eksepsi.

Tapi pihaknya akan terlebih dulu membahas poin-poin keberatan tersebut bersama terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved