Breaking News:

Bisa Tekan Ventilator Impor, Menristek Bambang Brodjonegoro Sambut Baik Kehadiran Vent-I

Bambang Brodjonegoro menyambut baik kehadiran produk ini yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap ventilator impor.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Reynas Abdila
Menristek Brodjonegoro Phd dan Wakil DPR RI Rachmat Gobel menghadiri peluncuran Vent-I di pabrik PT PHC Indonesia kawasan industri MM 2100. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen alat kesehatan berbasis elektronika PT PHC Indonesia meluncurkan produk ventilator karya anak bangsa bersertifikat internasional tipe Continuous Positive Airways Pressure (CPAP), Vent-I Esential 3.5.

Alat ini dinilai efektif dan banyak dibutuhkan dalam menangani pasien Covid-19 fase 2, yaitu pasien yang masih bisa bernafas secara mandiri, namun saturasi oksigennya di bawah 50 persen.

Ventilator ini juga mampu meningkatkan oksigen pasien ke ke level yang cukup, yaitu di atas 50 persen secara terus menerus dengan tekanan terukur (5-15cmH2O).

Baca juga: Tembus 100 Juta Kasus Positif Covid-19 di Dunia

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyambut baik kehadiran produk ini yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap ventilator impor.

“Kebutuhan ventilator bagi mereka yang terpapar Covid-19 masih banyak dibutuhkan, dan selama ini sebagian besar masih diimpor. Kehadiran produk kerjasama PT PHC Indonesia dan ITB ini tentu sangat berarti,” katanya saat peluncuran, ditulis Rabu (27/1/2021).

Sementara itu Wakil DPR RI Rachmat Gobel yang juga hadir berharap, kehadiran Vent-I Indonesia ini bisa menjadi bola salju bagi kemunculan produk-produk anak bangsa lainnya hasil kolaborasi dunia akademi dengan pelaku dunia usaha.

Baca juga: Seusai Jalani Vaksin Covid-19 Tahap Kedua, Raffi Ahmad Ucap Syukur Doa untuk Jokowi: Alhamdulillah

“Saya harap kerjasama seperti terus bergulir untuk melahirkan berbagai produk agar pasar dalam negeri kita tidak terus tergerus oleh produk impor,” katanya.

Rachmat juga meminta agar pemerintah memberi dukungan terhadap produk-produk karya anak bangsa dengan memprioritaskan belanja APBN untuk membeli produk lokal.

“Jangan sampai anggaran pemerintah sebagian besar digunakan untuk membeli produk impor,” katanya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved