Gejolak di Partai Demokrat
Kata NasDem soal Pernyataan AHY Ada Rencana Kudeta Demokrat: Sebenarnya Bisa Buka Aib Sendiri
Partai NasDem memberikan tanggapan terkait pernyataan AHY soal adanya rencana kudeta Partai Demokrat.
TRIBUNNEWS.COM - Polemik muncul setelah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti yudhoyono (AHY), menggelar konferensi pers terkait isu gerakan politik yang mengancam kepemimpinan partai.
Dalam gelaran tersebut, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap adanya pihak-pihak yang ingin mengambil alih kekuasaan Partai Demokrat demi kepentingan politik.
Bahkan disebutnya bahwa terdapat pejabat di lingkungan Pemerintahan ikut dalam upaya 'kudeta' tersebut.
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko, meminta agar tak mengaitkan isu yang dimaksud kepada Istana Negara, dalam hal ini Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sementara, berbagai tanggapan pun mencuat atas isu tersebut. Mulai dari politikus NasDem hingga PKB.
Baca juga: AHY Kirim Surat pada Jokowi, Konfirmasi soal Pejabat Pemerintah Diduga Terlibat Kudeta Demokrat
Baca juga: AHY: Ada Gerakan Kudeta di Partai Demokrat, Nama Moeldoko Disebut-sebut
1. Masalah Internal
Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, meminta AHY untuk mengatasi persoalan internal partainya, tanpa menunjuk ada pejabat negara ikut terlibat.
"Soal statementnya Mas AHY barusan, saya rasa Partai Demokrat terlalu cepat menunjuk pihak lain atau pointing fingers atas urusan partainya sendiri."
"Menurut saya, sebaiknya urusan internal partai diselesaikan dari internal dulu," kata Sahroni saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Menurutnya, AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, bersama-sama dengan adiknya Ibas Yudhoyono sebagai Waketum dan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina, tentu memiliki power yang cukup kuat untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Seharusnya masalah internal seperti ini bisa mereka selesaikan sendiri."
"Pernyataan Mas AHY tentunya selain menimbulkan kekisruhan di publik, juga sebenarnya bisa membuka aib sendiri," ujar Bendahara Umum NasDem itu.
"Ini justru sangat merugikan Demokrat karena menunjukkan Partai Demokrat sedang berada dalam kondisi internal yang tidak baik."
"Sebenarnya yang begini-begini baiknya diketahui di internal saja," sambung Sahroni.
Ia pun menyebut, persoalan yang dialami Partai Demokrat pada saat ini merupakan ujian AHY sebagai pimpinan pucuk tertinggi sebuah partai politik.
Baca juga: Tudingan AHY soal Kudeta Demokrat Dinilai Sensitif, Harus Diuji Kebenarannya
Baca juga: Jika Tudingan AHY Terbukti, Pengamat Nilai Sama Saja Mengkudeta Demokrasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/agus-harimurti-yudhoyono-di-jambi.jpg)