Breaking News:

Forum Merdeka Barat 9 : Penyaluran Bantuan Sosial Tahun 2021 Lebih Kolaboratif

Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi demi perbaikan. “Setiap minggu kita (Kemensos)

TRIBUNNEWS.COM/
Staf Ahli Kementerian Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, Sony W Manalu (tengah), Wali Kota Bogor, Bima Arya (kanan) dan SVP Sales dan Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT. Pos Indonesia, Haris Husein (kiri) hadir dalam acara Dialog Produktif Rabu Utama "Bansos Sudah Sampai Mana" yang diselenggarakan oleh Forum Merdeka Barat 9 Kominfo dan disiarkan melalui saluran Youtube Kemkominfo. Rabu (3/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi demi perbaikan. “Setiap minggu kita (Kemensos) evaluasi dengan Pos dan bank-bank mitra mengenai penyaluran. Kita terus melakukan evaluasi secara kuantitatif maupun kualitatif,” ujar Staf Ahli Kemensos Bidang Aksesibilitas Sosial, Sony W. Manalu pada Dialog Produktif Rabu Utama yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 Kominfo yang disiarkan melalui saluran Youtube Kemkominfo.

Selain Staf Ahli Kemensos, Dialog Produktif Rabu Utama menghadirkan SVP Sales dan Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT. Pos Indonesia, Haris Husein dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Sonny menyatakan bahwa pemerintah secara resmi telah menyalurkan dana Program Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat terdampak pendemi Covid-19 bersamaan dengan dua bansos lainnya pada 4 Januari 2021 lalu.

“Kita namakan Bantuan Sosial Tunai (BST) ini Bantuan Sosial khusus karena BST ditujukan bagi masyarakat terdampak pendemi Covid-19,” terang Sonny.

Lebih jauh Sonny menjelaskan bahwa apa yang dikerjakan Kemensos saat ini bukanlah program tiba-tiba muncul akibat pendemi Covid-19. Program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kartu sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Jabodetabek/luar Jabodetabek sudah berjalan.

“Namun dengan pendemi Covid-19 kami sinkronkan menjadi program dalam Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. Program Perlindungan Sosial menjadi tulang punggung utama dalam proses pemulihan ekonomi,” sambungnya.

Dalam hal program BST Kemensos bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 2021, BST menyasar 10 juta KPM di seluruh Indonesia. Bantuan ini akan diberikan mulai Januari hingga April 2021.

Bansos ini merupakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin maupun yang paling terdampak secara sosial ekonomi akibat pendemi Covid-19.

Sonny menjelaskan bahwa Kemensos kan menyalurkan BST kepada keluarga yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Jadi, secara imlemantatif di tingkat akar rumput, harapan kami dari kemensos perosalan data ini paling krusial. Harus dilakukan secara bersama-sama ini harus komprehensif, bersinergi lintas kementerian, pemda, hingga tingkat bawah. Data ini menjadi ujung tombak penerima dan penyaluran bansos ini agar tepat sasaran dan tepat hasil,” ungkapnya.

SVP Sales dan Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT. Pos Indonesia, Haris Husein menerangkan bahwa mekanisme bansos dalam penyaluran dengan pihak kemensos dilakukan dengan 3 channel. Pertama di kantor pos, ke lokasi KPM dengan jumlah banyak dengan memanfaatkan balai desa atau serbaguna atau sekolah, dan antaran khususnya bagi masyarakat yang lansia, sakit, atau cacat.

Halaman
12
Editor: FX Ismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved