Breaking News:

KLHK Diingatkan soal Penurunan Luas Lahan Hutan Indonesia

Luas hutan di Indonesia turun sebesar 0,5juta sampai 1 juta Ha per tahun. Penurunan tersebut diakibatkan alih fungsi hutan, pembalakan liar

dok GMKI
Pengurus Pusat GMKI diterima Menteri Siti Nurbaya dalam audiensi di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (4/2/2021). Pertemuan GMKI dan KLHK juga bagian dari upaya kolaborasi di era networking society. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia diingatkan tentang persoalan penurunan luas hutan Indonesia yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom mengatakan jika kondisi ini dibiarkan secara terus menerus tentu akan membawa dampak buruk bagi kehidupan generasi masa mendatang.

Menurut Jefri, berdasar data yang dihimpun dari BPS tentang statistik lingkungan hidup Indonesia tahun 2011 luas hutan Indonesia 98,7 juta hektare menurun pada tahun 2018 hanya tersisa seluas 93,5 juta hektare.

"Artinya hutan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 0,5juta sampai 1 juta Ha setiap tahun. Penurunan tersebut diakibatkan alih fungsi hutan, pembalakan liar dan pertambangan tanpa diikuti upaya pemeliharaan dan pelestarian yang berkelanjutan," ungkap  Jefri Gultom dalam audiensi di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Siti Nurbaya: Lingkungan dan Kehutanan Penting dalam Pertimbangan Ekonomi

Baca juga: Menteri Siti Nurbaya: Pentingnya Dialog Kebijakan Guna Pembaharuan Nota Kerja Sama Lingkungan Hidup

"Kami mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh Ibu di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga telah berhasil menekan angka deforestasi di Indonesia. Pada  2014-2015, laju deforestasi mencapai 1,09 juta hektare sedangkan laju deforestasi pada rentang 2016-2017 hanya sekitar 480 ribu hektare," kata Jefri yang ditemui Menteri LHK Siti Nurbaya.

Namun masih banyak tugas dari KLHK yang harus didorong terkait persoalan pencemaran lingkungan maupun pelanggaran terkait peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada peringatan World Wetlands Day, GMKI juga memberikan kontribusi pemikiran dengan harapan Lahan Basah Untuk Masa Depan Bangsa.

Pertemuan GMKI dan KLHK juga bagian dari upaya kolaborasi di era networking society.

Menurut Jefri GMKI sebagai agent of change akan tetap obyektif dalam melihat persoalan-persoalan yang ada di Indonesia.

"Jika yang salah akan kami kritisi, yang benar akan kami Apresiasi," kata Jefri Gultom didampingi Sekretaris Umum GMKI Michael Anggi dan Bendahara Umum Novelin Silalahi dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: Bantu Mahasiswa dan Pemuda di Perantauan, Bareskrim Polri Salurkan Sembako Melalui GAMKI dan GMKI

Selain membahas kondisi lingkungan hidup di Indonesia, Jefri juga menyampaikan bahwa GMKI akan melaksanakan Dies Natalis yang ke 71 tahun.

GMKI akan fokus pada tema lingkungan hidup. Hal itu disambut baik oleh Siti Nurbaya.

"Masalah lingkungan hidup tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja, oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi atau kerjasama dari berbagai pihak," kata Siti.

"Kita siap untuk kolaborasi dengan GMKI terkait isu lingkungan hidup, dan saya bersedia hadir pada pertemuan Dies Natalis GMKI yang ke 71 sebagai Keynote Speaker dengan tema: Indonesia towards sustainable green environment (Indonesia Menuju Lingkungan Hidup Berkelanjutan)," kata Siti Nurbaya.

Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved