Breaking News:

Krisis Myanmar

Kemlu Terus Upayakan WNI di Myanmar dalam Keadaan Aman

Teuku Faizasyah tidak menampik situasi politik di Myanmar tidak cukup stabil, karena demonstrasi terus terjadi setiap harinya.

Reuters
Demonstran berbaris selama protes menentang kudeta militer, di dekat kuil di Bagan, Myanmar 18 Februari 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Yangon terus mengupayakan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar dalam keadaan aman.

Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah tidak menampik situasi politik di Myanmar tidak cukup stabil, karena demonstrasi terus terjadi setiap harinya.

Termasuk demonstrasi yang terjadi di depan gedung KBRI Yangon pada Selasa (23/2/2021) pagi yang disebut menolak dukungan Indonesia agar junta militer Myanmar melaksanakan pemilihan umum ulang.

Baca juga: Klarifikasi Kemlu RI Terkait Protes Demonstran Myanmar di Depan KBRI Yangon

“Sejak terjadinya protes politik di Myanmar, kondisi masyarakat di Myanmar memang tidak cukup stabil, dalam artian hari ke hari terjadi demonstrasi, termasuk yang terjadi di kota Yangon sendiri,” kata Duta Besar (Dubes) Faizasyah pada konferensi pers daring, Selasa (23/2/2021)

“Hari ini ada demonstrasi di depan gedung KBRI kita. Namun unjuk rasa dan penyampaian harapan dari masyarakat Myanmar sendiri berlangsung dari hari ke hari. Dengan demikian ini adalah satu realita yang sedang dikelola oleh KBRI kita di Myanmar untuk memastikan WNI yang berada di Myanmar tetap dalam kondisi baik dan terlindungi,” lanjutnya.

Baca juga: Para Saksi Gambarkan Kekerasan pada Massa Protes Kudeta Myanmar Layaknya Zona Perang

Jubir memberikan klarifikasi sehubungan dengan adanya artikel di Reuters terkait dukungan Indonesia agar junta militer Myanmar melaksanakan pemilihan umum ulang, yang diprotes oleh masyarakat Myanmar pagi tadi

Secara tegas Kemlu membantah bahwa komunikasi lewat telepon dan sejumlah pertemuan yang dilakukan Menlu Retno Marsudi dengan Menlu se-ASEAN merupakan rencana aksi agar junta militer Myanmar melaksanakan pemilihan umum ulang.

Baca juga: Pemakaman Demonstran yang Tewas Ditembak Polisi Dihadiri Ribuan Warga Myanmar

Ia mengatakan bahwa faktanya, Menlu RI masih berusaha menyamakan persepsi dan mengumpulkan pandangan dari Menlu ASEAN lainnya sebelum dilakukan pertemuan khsusus Menlu se-ASEAN nantinya.

“Faktanya posisi Indonesia tidak berubah dan yang dilakukan ibu Menlu hanyalah untuk menindaklanjuti arahan Presiden (RI) dan PM Malaysia untuk mendorong adanya satu pertemuan tingkat menlu se ASEAN,” ujar Faizasyah.

Jubir mengatakan kondisi WNI di Myanmar pada umumnya hingga saat ini masih dalam keadaan baik dan masih berada dalam lingkup perlindungan KBRI Yangon.

“Masyarakat Indonesia pada umumnya masih baik, masih berada dalam perlindungan Kedutaan besar kita di Yangon,” lanjutnya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved