Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Soal Kudeta Demokrat, Mantan Kader Demokrat Roy Suryo Anggap De Javu Sedang Terjadi

Mantan kader Partai Demokrat Roy Suryo turut menggapi kisruh kudeta terhadap ketua umum partai Demokrat AHY.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Roy Suryo saat masih menjabat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Mantan kader Partai Demokrat Roy Suryo turut menggapi kisruh kudeta terhadap ketua umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kongres Luar Biasa (KLB) oleh sejumlah simpatisan parta Demokrat yang digelar hari ini di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Meski tidak mengatakan secara tegas, Roy Suryo merasakan adanya gonjang-ganjing di internal partai Demokrat sebelum akhirnya mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini melepas seluruh jabatan dari kepengurusan partai.

Ia mengatakan, dualisme kepemimpinan di Partai Demokrat mulai terasa dan kini mimpi buruk itu terjadi dengan munculnya salah satu kubu yang mencoba menggoyang pimpinan partai saat ini.

Baca juga: Jadi Panglima TNI di Era SBY, Kini Ketum Demokrat Kubu Kontra AHY, Ini Perjalanan Karir Moeldoko

Baca juga: Moeldoko Jadi Ketua Umum Partai Demokrat Versi KLB, Beredar Fotonya Cium Tangan SBY

"De javu sedang berlangsung di Deli Serdang. Sebagai alumnus partai Demokrat yang mundur secara konstitusional, bukan jebolan, apalagi pecatan saya sangat menyayangkan pemerintah melakukan pembiaran terhadap kegiatan ini," kata Roy Suryo saat dihubungi Tribunjogja.com (Tribunews.com Network) Jumat (5/3/2021)

Dirinya meminta pemerintah segera mengambil tindakan, lantaran Roy Suryo menilai KLB yang digelar oleh sebagian simpatisan partai banyak yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021). AHY memberikan pernyataan terkait penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal dan mengecam KLB yang berlangsung di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara itu karena inkonstitusional serta meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk tidak mengesahkan hasil KLB yang telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021). AHY memberikan pernyataan terkait penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal dan mengecam KLB yang berlangsung di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara itu karena inkonstitusional serta meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk tidak mengesahkan hasil KLB yang telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

"Itu tampak kerumunan yang mengabaikan prokes," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, De Javu yang dimaksud olehnya yakni Roy Suryo mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa kudeta yang dialami oleh ketua PDIP Megawati Soekarno Putri.

Peristiwa itu terjadi pada Maret 2013. Saat itu Megawati terus didesak oleh kader-kadernnya, bahkan dikhianati oleh sejumlah pengurus PDIP.

Saat itu kubu Yusuf Merukh membentuk PDIP resuffle yang dibiarkan pemerintah, dan terjadilah kongres seperti halnya yang dilakukan oleh kader-kader Demokrat saat ini.

Jenderal Purn Moeldoko tiba di arena Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versis KLB Sumut.
Jenderal Purn Moeldoko tiba di arena Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versis KLB Sumut. (Tribun-Medan.com)

"Ini sama seperti delapan tahun lalu. Ini kok terasa De Javu," terang pria yang mengundurkan diri sebagai kader Demokrat Maret tahun lalu ini.

Ditanya apakah dirinya akan merapat ke kubu KLB partai Demokrat, dengan selorohnya Roy Suryo mengatakan dirinya ingin kembali fokus sebagai ahli telematika.

"Saya kembali jadi pemerhati telematika dan multimedia kok," pungkasnya..(TRIBUNJOGJA.COM/hda)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved