Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Kader ini Tetap jadi Bagian dari Partai Demokrat Meski Terlibat dalam KLB Deliserdang

Dalam kesaksian Gerald kata Herzaky, para kader yang diundang namun tidak mau terlibat dalam KLB tersebut akan menerima ancaman.

Youtube Partai Demokrat
Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, meski Gerald Piter Runtuthomas hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara, namun keberadaan yang bersangkutan masih diakui menjadi kader partai.

Pasalnya, saat ini pengurus masih terus melakukan pendalaman terhadap eks Wakil Ketua DPC Kota Kotamobagu itu guna menentukan status keanggotaan.

Terlebih, terdapat faktor yang diapresiasi pihak partai dari Gerald.

Di mana dirinya berani mengungkap secara runut terkait apa saja yang terjadi dalam KLB, Jumat (5/3/2021) lalu melalui tayangan video yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Testimoni Peserta KLB Demokrat yang Sahkan Moeldoko jadi Ketua Umum, Ngaku Dijanjikan Rp 100 Juta

"Nanti kami bahas, karena di dalam hukum ada istilah justice collaborator (pengungkapan tersangka untuk mengetahui aktor utama)," kata Herzaky saat ditemui di DPP Partai Demokrat, Senin (8/3/2021).

Tidak hanya itu, kata Herzaky masih ada 13 kader lain yang hadir dalam KLB Deli Serdang selain Gerald.

Namun, karena masih proses pendalaman serta bagian rahasia dari partai, dia tidak membeberkan secara rinci nama dari kader yang dimaksud.

"Kami tunggu proses dulu, karena ini bagian dari rahasia kami, yang baru ditampilkan dua karena mereka sangat berani," kata Herzaky.

Baca juga: Peserta KLB Demokrat: Hanya 32 Orang yang Punya Hak Suara Hingga Tandatangani 3 Surat Pernyataan

Di mana keberanian yang dimaksud Herzaky yakni Gerald mendatangi ketua DPD serta DPC untuk mengakui perbuatannya yang ikut dalam komplotan KLB yang dinilai ilegal tersebut.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved