Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Djoko Tjandra Siap Dihukum Jika Terbukti Korupsi

Sebelumnya, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara dan dendan Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. 

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Terdakwa Djoko Tjandra kasus surat palsu, menjalani sidang lanjutan dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020). JPU menuntut Djoko Tjandra 2 tahun penjara terkait surat palsu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus suap penghapusan red notice dan pemufakatan jahat, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra berharap divonis bebas.

Namun ia siap dihukum jika terbukti bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi.

Hal itu ia nyatakan saat membaca pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan dalam kasus ini.

"Jika benar saya adalah seorang penjahat, pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwa dan dituntut Penuntut Umum, maka hukumlah saya," kata Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Djoko Tjandra Singgung Peran Eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam Kasusnya

Namun jika majelis hakim memiliki pertimbangan bahwa dirinya adalah benar sebagai korban penipuan yang dimanfaatkan pihak lain, maka ia berharap bisa dijatuhi vonis bebas. 

Djoko Tjandra menyadari tak mudah bagi majelis hakim untuk memutus bebas dirinya di tengah pusaran perhatian publik, dan tekanan opini masyarakat terkait perkara suap ini.

Kendati begitu ia percaya hakim akan memutus perkara atas dasar hukum. Bukan karena mempertimbangkan opini publik yang berkembang.

"Saya menyadari tidak mudah bagi Majelis Hakim Yang Mulia untuk membebaskan saya di tengah besarnya perhatian publik dan tekanan opini publik atas Perkara ini," ucap dia. 

"Hakim memeriksa, mengadili, dan memutuskan perkara atas dasar hukum, bukan opini publik, dan mereka harus benar - benar tidak peduli dengan tekanan zaman," sambungnya. 

Untuk itu, ia memohon kepada majelis hakim untuk menolak segala pembuktian dari jaksa, dengan menyatakan surat tuntutan jaksa bukan untuk keadilan.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved