Breaking News:

Pria asal Tegal Dipanggil Polisi Setelah Ejek Gibran, ICJR: Menimbulkan Takut pada Masyarakat

Pria asal Tegal dipanggil polisi setelah ejek Gibran, ICJR menilai bisa menimbulkan ketakutan pada masyarakat.

TRIBUNNEWS.COM/Gita Irawan
Direktur Program Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu di kantor YLBHI Jakarta Pusat pada Senin (26/8/2019). Pria asal Tegal Dipanggil Polisi setelah ejek Gibran, ICJR Nilai: Menimbulkan Takut pada Masyarakat. 

"Jadi dia membuat tulisan bernafaskan hoax," ungkap Iswan, dilansir TribunSolo, Senin (15/3/2021).

Gibran Rakabuming Raka mengikuti fit and proper test di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (21/12/2019).
Gibran Rakabuming Raka mengikuti fit and proper test di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (21/12/2019). (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Lalu, apa sebenarnya yang ditulis oleh AM di medsos?

Postingan itu ditulis AM di akun Instagram @garudarevolution.

"Tahu apa dia tentang sepak bola, tahunya cuma dikasih jabatan aja," tulis AM pada Sabtu (13/3/2021) pukul 18.00 WIB.

Di akun Instagram, AM mengakui menulis soal itu.

"Benar, memang saya menulis komentar di @garudarevolution di postingan soal semi final dan final Piala Menpora Solo," ujar AM dikutip dari akun instragram @polrestasurakarta.

"Dan saya minta maaf kepada Bapak Gibran Rakabuming Raka dan kepada masyarakat serta Polresta Solo, saya menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi," lanjutnya.

Diketahui, AM telah diingatkan sebelumnya oleh Tim Virtual Police Polresta Surakarta agar menghapus postingannya.

AM sebenarnya telah menghapusnya, tapi ia tetap harus ke Polresta Solo untuk diperiksa.

Dia juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan meminta maaf kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan masayarakat.

Halaman
1234
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved