Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Soal Video Hoaks Jaksa Disuap, Mahfud MD Minta Kasus Diusut, Kejagung Ingin Publik Tak Mudah Percaya

Begini tanggapan dari Menko Polhukam Mahfud MD dan Kejagung soal video hoaks jaksa disuap dalam kasus Rizieq Shihab.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Humas Kemenko Polkam
Menteri Koordinator Bidang PolitiknHukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD Mahfud dalam Silaturrahim Menkopolhukam dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Makodam V Brawijaya Surabaya pada Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Linimasa media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya rekaman video penangkapan jaksa yang diduga menerima suap.

Video berdurasi 1 menit 32 detik ini manarasikan jaksa yang ditangkap merupakan sosok yang menangani kasus Rizieq Shihab.

Adapun Rizieq Shihab menjadi terdakwa dalam tiga perkara, yakni kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Bogor dan kasus tes swab palsu RS Ummi Bogor.

Baca juga: Sidang Rizieq Shihab Dinilai Sengaja Digelar Online untuk Hindari Kerumunan Massa

"Terbongkar pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab. Innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia" ujar narasi dalam video tersebut.

Sontak, video tersebut langsung menjadi sorotan publik.

Video tersebut dikaitkan dengan sosok Rizieq Shihab yang baru menjalani sidang terkait kasus-kasus yang menjeratnya.

Habib Rizieq Shihab  di lorong Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jumat (19/3/2021).
Habib Rizieq Shihab di lorong Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jumat (19/3/2021). (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

Terlebih, dalam sidang tersebut, terdakwa Rizieq Shihab sempat bersitegang dengan majelis hakim yang memimpin sidang.

Setelah menjadi heboh, Kejaksaan Agung akhirnya menyatakan video tersebut merupakan hoaks dan tidak ada kaitannya dengan persidangan kasus Rizieq Shihab.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezen Simanjuntak.

Baca juga: KY Selisik Dugaan Rizieq Shihab Rendahkan Martabat Hakim di Persidangan

Terlebih, kata Leonard, video itu juga dikaitkan dengan penjelasan Yulianto selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada tahun 2016.

"Padahal saat ini Yulianto sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Leonard dalam siarannya yang diterima Tribunnews, Sabtu (20/3/2021).

Leonard mengatakan, video penangkapan seorang oknum jaksa berinisial AF oleh Tim Saber Pungli Kejagung adalah peristiwa pada November 2016.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat M Yusuf resmi melantik Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat di halaman kantor Kejati Papua Barat di Manokwari, Selasa (7/1/2020). TRIBUNNEWS.COM/IST
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat M Yusuf resmi melantik Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat di halaman kantor Kejati Papua Barat di Manokwari, Selasa (7/1/2020). TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Penangkapan itu, lanjut Leonard, terkait pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Jadi video penangkapan oknum Jaksa AF tidak ada sama sekali kaitan dan hubungannya dengan proses sidang Rizieq Sihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan," ujar Leonard.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved