Breaking News:

Virus Corona

Menteri PPPA: Perempuan Merasakan Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Parah Dibandingkan Laki-laki

I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan Pademi Covid-19 memberikan tantangan yang sangat luar biasa bagi upaya perlindungan perempuan.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan Pademi Covid-19 memberikan tantangan yang sangat luar biasa bagi upaya perlindungan perempuan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi menurut Bintang, jauh lebih banyak dan mengerikan dengan mayoritas kasus berada pada ranah domestik.

"Tekanan psikologis yang lebih dalam pun semakin menyertai penyintas terutama dengan berbagai batasan untuk keluar rumah akibat pandemi Covid-19," kata Bintang dalam peluncuran tiga policy brief untuk memenuhi hak konstitusional perempuan dengan kekerasan dalam rumah tangga di era Pandemi Covid-19, secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Menteri PPPA: Perempuan dan Anak Kelompok Rentan Terdampak Pandemi Global

Tidak hanya itu menurut Bintang, perempuan sebagai kelompok rentan juga merasakan dampak pandemi yang lebih parah dibandingkan dengan laki-laki.

Selain harus bekerja, tidak sedikit pula perempuan yang harus menjadi pendamping anak-anaknya dalam melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

Baca juga: Menteri PPPA: Terjadi Kenaikan Angka Perkawinan Anak di 18 Provinsi

"Belum lagi wirausaha yang kebanyakan dikelola oleh perempuan sangat terdampak akibat adanya wabah ini. Dengan begitu upaya-upaya pemulihan dari pandemi Covid- 19 yang mengedepankan perspektif perempuan harus diprioritaskan," kata dia.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kata dia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, terkait 5 isu prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak 2020-2024, salah satunya yakni peningkatan peran perempuan dalam kewirausahaan.

Baca juga: Kementerian PPPA Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Bagi Seluruh Pegawai

"Dalam mendorong partisipasi perempuan dalam kewirausahaan Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak fokus pada upaya memperkuat kapasitas kewirausahaan para penyintas, baik penyintas dari kekerasan maupun kebencanaan perempuan pra sejahtera dan perempuan kepala keluarga," kata dia.

Bintang mengatakan tujuan besar pemerintah Indonesia yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurutnya, sumber daya manusia unggul tersebut hanya dapat tercapai apabila pemberdayaan perempuan terpenuhi.

"SDM yang unggul terwujud bila kita mencapai pemberdayaan perempuan yang mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved