Breaking News:

Propam Libatkan Ahli Bahasa Terkait Dugaan Ujaran Rasial Kapolresta Malang Terhadap Mahasiswa Papua

Laporan itu didaftarkan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek atas nama Arman Asso kepada Propam Mabes Polri.

Kompas TV
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Propam Polri bakal melibatkan ahli bahasa untuk mendalami kasus dugaan ujaran rasial Kapolres Kota Malang Kombes Leonardus Simarmata saat pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa Papua pada 8 Maret 2021 lalu.

Nantinya, ahli bahasa akan menilai pernyataan Kombes Leonardus yang dipersoalkan mahasiswa Papua. Yakni ucapan 'Tembak, tembak saja, darah mahasiswa itu halal. Tembak, tembak saja'.

"Tentunya akan melibatkan ahli juga melibatkan ahli bahasa apakah yang dia sampaikan saat demo tersebut memenuhi unsur persangkaan terhadap yang bersangkutan," kata Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Kapolres Kota Malang Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Ujaran Rasial Demo Mahasiswa Papua

Ia menuturkan Kombes Leonardus juga telah dilakukan klarifikasi terkait ucapannya tersebut oleh Propam Polri. Penyidik Propam juga masih terus melakukan pendalaman.

"Telah dilakukan pemeriksaan dan saat ini Propam sedang mendalami," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kota Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata dilaporkan ke Propam Polri atas dugaan ujaran rasial saat pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa Papua pada 8 Maret 2021 lalu.

Laporan itu didaftarkan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek atas nama Arman Asso kepada Propam Mabes Polri. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor SPSP2/815/III/2021/Bagyanduan pada tanggal 12 Maret 2021.

Baca juga: Propam Polri Janji Objektif dan Transparan Usut Dugaan Ujaran Rasial Kapolresta Malang

"Hari ini kami resmi dari mahasiswa Papua, kami telah melaporkan Kapolres Malang Pak Leonardus Simarmata dimana yang telah mengeluarkan insstruksi pernyataan yang sangat rasis dan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Kota Malang," kata Pengacara Aliansi Mahasiswa Papua, Michael Himan di Gedung Propam Polri, Jakarta, Jumat (12/3/2021). 

Ia menjelaskan ujaran rasial itu diucapkan saat Kapolres Leonardus Simamarta mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Solidaritas Papua Bersama Rakyat (Gempur) di Malang, Jawa Timur pada 8 Maret 2021 lalu.

Baca juga: Dilaporkan ke Propam, Mahasiswa Papua Tuntut Kapolri Jenderal Sigit Copot Kapolresta Malang

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved