Breaking News:

Kebakaran di Matraman

Suami Istri Itu Tewas Berpelukan saat Rumah Kontrakan Mereka Dilalap Api

Sebanyak 10 orang tewas dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.50 WIB tersebut.

Tribunnews/JEPRIMA
Kondisi rumah kontrakan usai terjadi kebakaran di Pisangan Baru III, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/3/2021). Seperti diberitakan, Kebakaran yang menghanguskan 5 kontrakan rumah di pemukiman padat penduduk terjadi pada pukul 04.50 WIB yang menewaskan 10 penghuni kontrakan yang terjebak didalam saat kebakaran terjadi. Tribunnews/Jeprima 

Pihak Pemkot Jakarta Timur awalnya menyiapkan 10 liang lahad di TPU Pondok Ranggon. Berdasar permintaan pihak keluarga besar Beni mereka ingin memakamkan di Padang.

"Semua jenazah saat ini masih di RSCM, Jakarta Pusat untuk keperluan autopsi," ucap Andriansyah.

"Nanti setelah selesai dan sudah diperbolehkan untuk dibawa oleh pihak Polri langsung kita akomodasi," tambah dia.

Andriansyah menuturkan lima orang korban selamat kini mengungsi di satu rumah kosong warga di RT 03/RW 06 yang berada sekitar 20 meter dari lokasi.Para korban selamat sudah mendapat pendampingan psikologis dari Pemkot Jakarta Timur.

Mereka juga mendapat bantuan logistik sehingga kebutuhannya terpenuhi. "Secara umum sudah tidak terlalu trauma, hanya ada yang punya anak dan masih sedikit trauma. Kondisi mereka baik, tidak ada yang terluka," tuturnya.

Salah satu kerabat korban kebakaran bernama Erwin menyebut Debby sedang mengandung saat tewas terbakar di rumah petak kontrakan.

Ia bahkan teringat momen terakhir kali berbincang dengan Debby sebelum menjadi korban kebakaran di Matraman.

Debby diketahui tinggal bersama suaminya Muhamad Hamdani Himawan (24) dan putra sulungnya Farras Izan Himawan (2). Selain itu Sri Mulyani (51) dan Ria Ramadhanie (17) adalah ibu dan adik Debby.

"Debby hamil tiga bulan, terakhir saya berbincang dengan dia beberapa hari lalu. Bareng dengan suaminya juga," papar Erwin. Atas musibah kebakaran ini, Erwin mengaku keluarga Sri Mulyani berusaha tabah.

"Kami hanya bisa sabar, tabah, dan berserah diri saja. Semoga amal ibadahnya diterima Allah," ujar Erwin.

Saat ini jenazah korban kebakaran di Matraman berada di Rumah Duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna melakukan visum. Pihak keluarga korban lainnya juga sedang mengurus berkas-berkas.

Anies Berduka

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambangi lokasi kebakaran di Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Dalam kunjungannya tersebut, Anies Baswedan memastikan akan memberikan bantuan tempat tinggal sementara bagi para pengontrak selama 21 hari kedepan usai kebakaran di Matraman.

"Mereka ini bukan pemilik kontrakan tapi pengontrak. Kita siapkan (penampungan sementara) jumlahnya ada 10 orang. Mereka akan difasilitasi tinggal paling tidak selama 21 hari ke depan," ujarnya.

Dikatakan Anies Baswedan, mereka yang selamat akan diberikan bantuan makanan hingga perbaikan dokumen kependudukan yang hangus terbakar dalam kebakaran pada Kamis dini hari tadi.

"Semua akan diganti (dokumennya). Jadi kebutuhan mereka di pastikan aman. Jadi inshaallah korban yang masih sehat yang kehilangan tempat tinggal kita siapkan," ucapnya.

Anies Baswedan mengatakan penyebab kebakaran yang terjadi di Matraman bukanlah dari kompor gas maupun listrik.

Dikatakan Anies kebakaran terjadi dari kendaraan roda dua yang terbakar, tepat di gang rumah.

Saat terbakar itulah, membuat akses keluar tertutup hingga para korban terjebak. "Kali ini penyebabnya bukan listrik atau gas. Kejadiannya di luar rumah ada sepeda motor yang terbakar dan menutup gang sempit itu. Apa penyebabnya dan lain-lain biar Polisi yang memutuskan," kata Anies.

Kata Anies musibah kebakaran tersebut adalah kejadian yang sangat berat karena memakan korban jiwa yang cukup banyak.

"Peristiwa ini adalah musibah yang amat berat. Kita menyaksikan ada 4 petak rumah terbakar, tapi yang meninggal 10 orang. Sebuah peristiwa yang luar biasa karena jiwanya mungkin yang terbanyak yang kita rasakan akhir-akhir ini,” ujar Anies.

Dalam kunjungannya, Gubernur Anies mengucapkan belasungkawa mendalam untuk para korban dan turut berinteraksi dengan para korban yang selamat.

“Saya bersama pak Wali Kota Jakarta Timur dan Ibu Kepala Dinas Sosial melihat langsung korban kebakaran semalam. Kebakaran ini relatif kecil karena hanya 4 petak kecil namun dampaknya fatal akibat kebakarannya di gang kecil sehingga sulit evakuasi dan korban kesulitan untuk menyelamatkan diri,” ujar Anies.

Gubernur Anies juga memastikan seluruh korban kebakaran mendapatkan bantuan, baik untuk pengurusan jenazah yang meninggal, pemberian makanan, jaminan terhadap surat-surat penting yang terbakar, hingga tempat tinggal sementara bagi para korban.

“Kita di Jakarta begitu ada kejadian langsung respon cepat, Sekarang kita pastikan pengontrak yang terbakar memiliki tempat penampungan sementara, jumlahnya 10 orang. Mereka difasilitasi tinggal 21 hari ke depan untuk seluruh kebutuhannya. Seluruh dokumen-dokumen yang dibutuhkan akan diganti. Jadi seluruh kebutuhan mereka aman,” tegasnya.(Tribun Network/bim/wly)

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved