Minggu, 31 Agustus 2025

Gejolak di Partai Demokrat

Jubir Demokrat Kubu Moeldoko Sebut Pelaku Korupsi Hambalang Masih Bersarang di Kubu AHY

Juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menuding beberapa pelaku korupsi Hambalang masih bersembunyo di balik kepemimpinan AHY.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
Tangkap Layar
Jubir Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat kubu Moeldoko menyebut pelaku korupsi Hambalang masih belum ditangkap semua.

Juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan, beberapa pelaku masih menghirup udara bebas dan kini bersembunyi di balik kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Chrosscheck by Medcom.id dengan tema 'Menusuk Jantung SBY! Kubu Moeldoko Menyerang Lewat Hambalang', Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Desakan agar KPK Segera Tuntaskan Kasus Hambalang dan Jawaban dari Komisi Antirasuah

"Kasus Hambalang ini kan belum tuntas kalau kita lihat rekaman media," kata Rahmad.

Rahmad enggan menyebut nama kader Partai Demokrat kubu AHY yang terlibat kasus Hambalang.

Namun, dia menegaskan para kader itu masih menjadi duri di dalam partai.

Dia meminta semua kader Partai Demokrat yang terlibat untuk ditindak.

Baca juga: Ini Jawaban KPK Diminta Demokrat Versi KLB Usut Tuntas Kasus Hambalang

"Kita dorong tentu yang paling tahu itu penegak hukum, siapa saja yang masih bermasalah di Partai Demokrat itu kita dorong untuk diproses hukum," ucap Rahmad.

Lebih Lanjut, Rahmad mengatakan masyarakat harus tahu sejelas-jelasnya kader yang terlibat kasus korupsi Hambalang.

"Jangan seperti sekarang. Kita mengaku partai ini demokratis, tapi didalamnya praktik otoriter, praktik autokrasi, kepemilikan keluarga," katanya.

Dendam Nazaruddin

Bakomstra DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Taufik Rendusara angkat bicara terkait konferensi pers yang digelar Partai Demokrat kubu Moeldoko di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Awalnya Taufik menyoroti ucapan Max Sopacua yang menyebut pengungkapan kasus mega korupsi proyek Hambalang Sport Center sebagai penyebab Partai Demokrat hancur.

"Pintar itu ada batasnya bodoh itu tak bertepi. Kenapa demikian? karena mereka kumpul di sana seperti anak TK yang mau reunian. Marzuki, Max, Nazar, Johni, pernah diperiksa KPK RI (terkait Hambalang)," ujar Taufik dalam pernyataan yang diterima tribunnews.com, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Ini Jawaban KPK Diminta Demokrat Versi KLB Usut Tuntas Kasus Hambalang

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan