Jumat, 29 Agustus 2025

Gejolak di Partai Demokrat

Rebut Partai Demokrat Lewat KLB, Effendi Simbolon Sindir Moeldoko ’Bapak Naturalisasi’

Sindiran itu dilontarkan Effendi dalam acara diskusi tentang regenerasi kader di partai politik, Sabtu (27/3/2021)

Editor: Choirul Arifin
Tangkap Layar Kompas TV
Moeldoko, Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara. 

Effendi kemudian berbicara mengenai partai yang belakangan ini tengah disibukkan dengan perdebatan perihal siapa sosok pendiri maupun pengagas partai.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko Bersama ratusan diaspora Indonesia di Amerika Serikat dalam program KSP Mendengar. Kegiatan berlangsung secara online dari Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (23/3).
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko.

Namun, ia tidak menyebutkan secara gamblang partai yang dimaksud partai Demokrat.

"Ini agak berbeda kalau di perdebatkan di negeri seberang. Di klub-klub Uni Eropa yang lain ya. Agak beda."

"Masih dipertentangkan begitu, siapa pendiri, siapa yang melahirkan, siapa yang penggagas. Kalau ini memang bulat betul yang membawa PDIP itu betul dan identifikasi dari PDIP itu Megawati Soekarnoputri," jelas dia.

Effendi juga keberatan menyebut Megawati sebagai 'perekat partai'.

Menurutnya, istilah 'perekat' muncul karena ada sesuatu yang patah atau rusak. Sementara di partai banteng moncong putih itu tak ada perpecahan.

"Istilah perekat itu seolah-olah ada yang retak, itu dinamika di negeri seberang, ada di kos-kosan sebelah mungkin. Kalau retak itu gelas direkatkan, ada lem itu di negeri kos-kosan sebelah."

"Akhirnya mungkin panggil pemain naturalisasi, panggil pemain mantan Liga Eropa begitu," katanya.

"Kalau Bu Mega memang figur pimpinan kami di PDIP yang religius dan sangat nasionalis," imbuh Effendi.

Prabowo Masih Dipercaya

Sementara itu dalam diskusi yang sama politikus Partai Gerindra Kamrussamad menyampaikan bahwa seluruh kader partainya hingga saat ini masih memercayai Prabowo Subianto tetap menjadi ketua umum.

Menurut dia, regenerasi di Partai Gerindra masih belum diperlukan.

Kamrussamad menjelaskan faktor yang menjadi alasan dorongan tersebut karena Menteri Pertahanan RI itu telah membawa Gerindra semakin tumbuh besar sejak pertama kali berdiri pada 2008 lalu.

"Kalau dilihat perjalanan kepemimpinan Pak Prabowo di awal kepemimpinannya sebagai ketua dewan pembina di 2009, Partai Gerindra mencapai 4,4 persen dengan hampir 4,6 juta suara rakyat," kata Kamrussamad.

Selanjutnya, pemilih partai Gerindra semakin meningkat pada pemilu 2014 menjadi 11,81 persen atau 14 juta pemilih.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan