Breaking News:

RJ Lino Tersangka Korupsi Pelindo II

Kejar Tayang KPK Selesaikan Berkas Perkara RJ Lino Setelah 63 Bulan Mandek

KPK butuh waktu 5 tahun 3 bulan atau sekira 63 bulan untuk menahan mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino alias RJ Lino.

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Richard Joost Lino alias RJ Lino, Jumat (26/3/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) butuh waktu 5 tahun 3 bulan atau sekira 63 bulan untuk menahan mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino alias RJ Lino.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan tim penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) bakalan sesegera mungkin berkoordinasi untuk langkah selanjutnya.

Hal tersebut demi mengantisipasi terkatung-katungnya kembali nasib tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II (Persero) Tahun 2010 itu.

"Segera akan dilakukan koordinasi penyidik dan penuntut umum KPK terkait langkah berikutnya," kata Ali dalam keterangannya, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Profil RJ Lino Eks Dirut PT Pelindo II yang Ditahan KPK, Insinyur Sipil yang Jadi Tersangka Korupsi

RJ Lino ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Cabang KPK.

Dalam rentang waktu tersebut, kata Ali, KPK akan memanggil saksi untuk menguatkan bukti dalam berkas perkara korupsi yang dilakukan RJ Lino.

"Penahanan selama 20 hari tentu akan dipergunakan untuk melengkapi berkas perkara, baik syarat formil maupun materiilnya," katanya.

Jika dalam 20 hari tak rampung, KPK akan menambah waktu lagi untuk menyelesaikan pemberkasan perkara.

Pemberkasan kasus RJ Lino, kata Ali, dijamin tidak mangkrak seperti penahanannya.

Baca juga: KPK Beberkan Modus Korupsi Pengadaan 3 Unit QCC Pelindo II yang Menjerat RJ Lino

"Sesuai ketentuan hukum, penahanan tersebut dapat diperpanjang selama 40 hari lagi, namun demikian KPK tentu memahami harapan masyarakat terkait penyelesaian perkara yang sudah lebih 5 tahun tersebut," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved