Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Larang Mudik Karena Takut Angka Kematian Akibat Corona Melonjak

Keputusan yang diambil tersebut untuk mencegah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang selalu terjadi pasca libur panjang. 

WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Calon menumpang melaksanan tes GeNose-C19 untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid 19 sebelum melakukan perjalanan di Stasiun Gambir, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/3/2021). Kementerian Perhubungan berencana mewajibkan tes GeNose sebagai syarat perjalanan laut, udara dan KA selama periode mudik lebaran 2021. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan keputusan pelarangan mudik lebaran tahun 2021 bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, dan pegawai swasta yang berlaku mulai 6 - 17 Mei 2021. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa  keputusan yang diambil tersebut untuk mencegah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang selalu terjadi pasca libur panjang. 

"Dan yang paling kita takutkan tentunya adalah naiknya angka kematian," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Melihat perkembangan penanganan Covid-19 saat ini, kata Wiku, Indonesia telah berhasil menurunkan penambahan kasus baru Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Sehingga diharapkan dengan adanya pelarangan mudik lebaran dapat semakin mencegah transmisi virus Covid-19 dari orang per orang.

"Keputusan untuk mengeluarkan kebijakan larangan mudik, bukanlah keputusan yang mudah. Terlebih mengingat, ini adalah momentum kedua lebaran, yang kita lewati di tengah masa pandemi," kata Wiku. 

Baca juga: Mudik 2021 Dilarang, Ini Saran Pakar Transportasi untuk Pemerintah

Wiku mengatakan bahwa larangan mudik diambil pemerintah untuk kebaikan bersama.

Ia meminta masyarakat untuk mentaati keputusan tersebut agar Indonesia bisa segera terbebas dari Pandemi Covid-19. 

"Sehingga kelak masyarakat bisa kembali berkumpul bersama keluarga di perayaan-perayaan besar berikutnya," pungkas Wiku.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved