Breaking News:

Mabes Polri Diserang Teroris

Cerita Mantan Napi Teroris Ungkap Temannya Ditinggal Istri Karena Menolak Gabung Kelompok Teror

Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah, bercerita bahwa dulu kelompok teroris tidak melibatkan wanita dan anak-anak dalam melancarkan aksi.

PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi densus 88. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah, bercerita bahwa dulu kelompok teroris tidak melibatkan wanita dan anak-anak dalam melancarkan aksi.

Sebagaimana diketahui, sejumlah aksi terorisme yang terjadi belakangan ini melibatkan wanita serta anak-anak.

Seperti bom Surabaya (pelaku sekeluarga), Makassar (pasangan suami istri), dan Mabes Polri (wanita).

"Saya terakhir (bergabung kelompok terorisme) 2010, saya ditangkap, ya. Ini memang trennya justru dulu tidak ada. Artinya wanita itu tidak kami sertakan, apalagi anak-anak," kata Haris dalam diskusi Polemik 'Bersatu Melawan Teror', Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Mantan Napi Teroris Ungkap Kesamaan Pandangan Pelaku Teror di Makassar dan Mabes Polri

Kendati demikian, Haris berpendapat bahwa saat ini tren pelaku terorisme ialah wanita.

Bahkan, laki-laki sudah kalah jauh dibanding perempuan dalam aksi terorisme.

"Dari temuan saya di lapangan itu, justru wanita itu lebih militan daripada laki-laki. Banyak yang suaminya ikut, bukan karena suaminya yang ngajak istrinya, tetapi justru istrinya yang ngajak suaminya," ujarnya.

Baca juga: BIN: Milenial Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

Haris mencontohkan salah satu temannya di kawasan Jakarta Selatan terpaksa ditinggal istrinya.

Sebab, temannya itu tidak mau mengikuti keinginan sang istri masuk dalam kelompok terorisme.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved