Senin, 11 Mei 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Pengakuan Terduga Teroris: Dari Motivasi hingga Pelajari Membuat Bom dan Ilmu Tekbal

Densus 88 belum lama ini mengamankan sejumlah terduga teroris. Terduga pelaku membuat pengakuan melalui video yang tersebar di kalangan media.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri di dukung Polda Kalbar jajaran melakukan penangkapan terduga teroris di Pontianak Timur pada Rabu 17 Februari 2021 pagi. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa) 

TRIBUNNEWS.COM - Densus 88 belum lama ini mengamankan sejumlah terduga teroris.

Beberapa terduga teroris membuat pengakuan melalui video yang tersebar di kalangan awak media.

Satu di antaranya disampaikan Zulaimi Agus, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi, Jawa Barat.

Melalui video itu, dia mengungkapkan alasannya menjadi pembuat dan pengajar bom aseton peroksida (TATP).

Motivasi utamanya lantaran tidak ada lagi keadilan di Indonesia.

Ketidakadilan tersebut pertama kali dirasakannya saat kerusuhan demonstrasi menuntut adanya dugaan kecurangan pilpres di Kantor Bawaslu, Sarinah, Jakarta Pusat pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Saya Zulaimi Agus, saya belajar TATP atau Aseton Peroksida sejak pasca kerusuhan Mei 21 - 22 di depan Bawaslu. Saya belajar membuat bahan tersebut dari blog blog internet dengan cara mengaktifkan VPN," kata Zulaimi.

Baca juga: Pengamat Terorisme Yakini Muchsin Kamal Penjual Senjata ke ZA Tak Bersalah Secara Yuridis

Zulaimi menyatakan pihaknya ingin membalas terhadap tindakan kesewenangan aparat kepolisian yang disebut telah melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

"Motivasi saya membuat TATP, saya merasa negara ini tidak ada keadilan. Saya ingin membalas, sebelum membalas saya ingin menegakan keadilan dengan cara saya sendiri atas tindakan aparat Brimob yang bertindak sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," ujar dia.

Zulaimi mengungkapkan keahliannya itu pun diajarkan kepada sejumlah terduga teroris yang juga turut ditangkap Densus 88 Antiteror di Jakarta-Bekasi.

Dia mengajarkan keahliannya itu di rumah terduga teroris lainnya berinisial HH di Condet, Jakarta Timur.

"Saya mengajarkan cara pembuatan TATP tersebut kepada HH, Jery, Malik, Naufal dan Bang Jun di rumah HH di garasi," jelas dia.

Di sisi lain, Zulaimi mengaku tergabung dalam organisasi Front Pembela Islam (FPI) di salah satu kantor DPC di wilayah Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Terduga Teroris Ahmad Junaidi Akui Pernah Jemur Bahan Peledak di Rumahnya

"Saya bergabung dengan organisasi FPI tahun 2019 di wilayah DPC Serang Baru Kabupaten Bekasi sebagai wakadiv jihad. Saya bergabung dengan majelis Yasin Walatif diajak oleh Bambang alias Abi dikenalkan HH," ujar dia.

Pelajari Ilmu Kebal

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved