Senin, 11 Mei 2026

Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Saat Doa Anak Kacab Bank BUMN Buat Ruang Sidang Membisu: Ya Allah Boleh Nggak Sebentar Ayah ke Sini

Mendengar kesaksian itu, tiga terdakwa yakni anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk

Tayang:
Tribunnews.com/Gita Irawan
Pembunuhan Kacab Bank BUMN - Pengadilan Militer II-08 Jakarta menghadirkan istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, di sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta tersebut sebagai saksi pada Senin (11/5/2026). Puspita Aulia menangis saat menyampaikan kesaksiannya dalam sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, menangis saat menyampaikan kesaksiannya
  • Pengunjung ruang sidang termasuk perangkat ruang sidang juga tampak larut dalam suasana kesedihan itu
  • Mendengar kesaksian itu, tiga terdakwa yakni anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, menangis saat menyampaikan kesaksiannya dalam sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Senin (11/5/2026).

Oditur militer awalnya menanyakan apakah kedua anak mereka sudah tahu bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Baca juga: Menanti Kesaksian Istri & Mertua di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Hari Ini

Sambil menangis, Puspita mengatakan anaknya tidak mengetahui secara langsung.

Namun, hal itu terungkap dari doa anak keduanya pernah ia dengar usai salat subuh.

Baca juga: Sidang Kacab Bank BUMN: Dokter Forensik RS Polri Dicecar Soal Waktu Kematian Korban

"Ada di satu momen adik ini selesai salat subuh dia berdoa 'Ya Allah ampuni ayah, ya Allah jaga ayah di sana, ya Allah boleh enggak sebentar aja ayah ke sini', ada kami," ungkap Puspita sambil menangis.

Cerita Puspita pun sempat terpotong seolah untuk mengumpulkan kekuatan melanjutkan kalimatnya.

"Itu buat saya sakit Bu karena almarhum suami saya ini sangat dekat dengan anak-anaknya. Jadi mungkin tidak secara langsung mereka mengungkapkan apa yang mereka rasa. Tapi dengan apa yang mereka lakukan, buat saya paham mereka kecewa," lanjutnya yang tak kuasa menahan kesedihan.

Mendengar hal itu, oditur militer pun tampak menahan tangis.

Dalam sidang itu, Puspita juga didampingi seorang psikolog LPSK di arena sidang.

Selain itu, sidang juga menghadirkan mertua Ilham Pradipta yang juga merupakan ayah dari Puspita yakni Iwan.

Mendengar kesaksian itu, tiga terdakwa yakni anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk.

Pengunjung ruang sidang termasuk perangkat ruang sidang juga tampak larut dalam suasana kesedihan itu.

Ruang sidang menjadi sunyi, sebagian pengunjung tampak menangis.

Baca juga: Sidang Lanjutan Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Apakah Istri dan Mertua Korban akan Hadir?

Tak Mau Lihat Wajah 3 Terdakwa

Selama persidangan Puspita tidak mau melihat ke arah tiga terdakwa anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru yang duduk di samping meja penasihat hukum.

Puspita pun terlihat beberapa kali tak kuat menahan tangis saat menyampaikan kesaksiannya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved