Breaking News:

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Survei SMRC: Warga Muslim Terbelah Dalam Menilai Peristiwa Bentrokan Anggota FPI dengan Polisi

SMRC merilis hasil survei terkait bagaimana sikap publik nasional terhadap bentrokan anggota FPI dengan polisi beberapa waktu lalu.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terkait bagaimana sikap publik nasional terhadap bentrokan anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan polisi beberapa waktu lalu.

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad mengatakan warga muslim terbelah dalam menyikapi peristiwa yang berujung pada kematian 6 anggota FPI tersebut.

"Warga Muslim terbelah dalam menilai peristiwa bentrokan antara anggota FPI dan polisi," ujar Saidiman, dalam webinar 'Survei Opini Publik Nasional SMRC : Sikap Publik Nasional terhadap FPI dan HTI', Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Survei SMRC: 79 Persen Setuju Pelarangan HTI dan 59 Persen Setuju Pembubaran FPI

Hal itu didapatkan dari hasil survei dimana terdapat 62 persen warga muslim yang mengetahui bentrokan antara 6 pengawal Rizieq Shihab dengan polisi.

Dari jumlah yang mengetahui peristiwa itu, angka yang hampir serupa terbelah dalam mempercayai siapa sebenarnya yang menyerang terlebih dahulu.

Diketahui, 34 persen percaya bahwa anggota FPI lah yang menyerang polisi.

Sebaliknya, 31 persen lainnya percaya bahwa anggota polisi lah yang menyerang anggota FPI.

Baca juga: Terkait Temuan Benda Mencurigakan Bertuliskan FPI Munarman, Polisi Periksa 4 Saksi

"Dari yang tahu, 34 persen (sekitar 21 persen dari populasi muslim) percaya anggota FPI yang menyerang polisi dan 31 persen (19 persen dari populasi muslim) percaya anggota polisi yang menyerang pihak FPI," jelasnya.

Namun, Saidiman menegaskan cukup banyak yang menilai peristiwa tewasnya 6 anggota FPI melanggar prosedur hukum yang bersandar pada prinsip HAM.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved