Breaking News:

Benarkan Milenial Jadi Korban Doktrin Radikal, DPD RI: Milenial Memang Sangat Mudah Direkrut

Anggota Komite 1 DPD RI, Abdul Rachman Thaha membenarkan bahwa saat ini para milenial menjadi korban doktrin radikal.

YouTube Tribunnews.com
Anggota Komite 1 DPD RI, Abdul Rachman Thaha saat mengisi Program Panggung Demokrasi di kanal YouTube Tribunnews.com, Rabu (7/4/2021). - Thaha membenarkan bahwa saat ini para milenial menjadi korban doktrin radikal. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komite 1 DPD RI, Abdul Rachman Thaha membenarkan bahwa saat ini para milenial menjadi korban doktrin radikal.

Abdul mengatakan ada sebuah metode yang memastikan calon teroris ini didampingi oleh sosok yang berkarisma.

"Saya anggap itu benar, jadi ada sebuah metode. Metode inilah yang membentuk, memastikan si calon teroris ini didampingi oleh sosok guru yang berkarisma. Saya yakin ini," kata Abdul dalam Live Program Panggung Demokrasi di kanal YouTube Tribunnews.com, Rabu (7/4/2021).

Karena menurut Abdul, tanpa adanya sosok guru yang mendampingi tidak ada yang akan memberikan pemahaman kepada pelaku teror.

Baca juga: Polri: 10 Terduga Teroris Telah Ditangkap di Jakarta

Baca juga: Densus 88 Sita Ketapel hingga Atribut FPI Saat Gerebek Rumah Terduga Teroris di Jakarta Selatan

Ia pun menyebutkan, metode yang digunakan para pelaku teror melalui mekanisme self-radicalization dan self-recruitment.

"Karena tanpa sosok guru yang mendampingi, tidak ada yang memberikan sebuah pemahaman-pemahaman kepada pelaku teror ini."

"Metode ini saya lihat lewat sebuah mekanisme yang namanya self-radicalization dan self-recruitment," sambungnya.

Lebih lanjut, Abdul menuturkan jika kaum milenial memang sangat mudah untuk direkrut.

Baca juga: Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Buronan Terduga Teroris di Jakarta

Baca juga: Penjual Senjata Air Gun Kepada Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri Ditetapkan Tersangka

Terlebih melalui dunia maya atau medsos, karena memang medsos ini adalah dunianya para milenial.

"Jadi kalau melihat dari milenial bahwa hari ini memamng sangat mudah untuk direkrut, dalam hal ini persoalan pemahaman itu dimasukkan dalam sebuah pemikiran-pemikiran"

Halaman
123
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved