Breaking News:

Pemerintah Resmi Ambil Alih TMII, Pengamat Ekonomi : Akan Berlanjut ke Pengambil Alihan Aset Lain

Setelah TMII, Pemerintah dikabarkan akan lanjutkan pengambil alihan aset lain milik negara yang dikelola swasta

Tribunnews/Jeprima
Suasana di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno mengumumkan bahwa pengelolaan TMII resmi berpindah kepada Kemensetneg sejak 1 April 2021 dan akan melakukan penataan sebagaimana yang telah dilakukan pada kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Kemayoran. Kawasan seluas 1.467.704 meter persegi atau 146,7 hektare lebih ini berdasarkan evaluasi dari Kemensetneg dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2018, TMII ditaksir memiliki nilai sebesar Rp 20 triliun. Seperti diketahui, pengelolaan TMII sudah hampir 44 tahun dikelola oleh Yayasan Harapan Kita milik keluarga Cendana. Istri Presiden ke-2 RI Soeharto yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan miniatur Indonesia pada rapat pengurus Yayasan Harapan Kita (YHK) di Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta Pusat, pada 13 Maret Tahun 1970. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah resmi mengambil alih pengelolaaan dan pemanfaatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (1/4/2021).

Pengambil alihan TMII dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Keputusan ini sesuai Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang pengelolaan dan penguasaan TMII.

Tak hanya itu, dikutip dari tayangan live Sapa Indonesia Malam, Kompas Tv pada Minggu (11/4/2021), pemerintah dikabarkan juga akan berlanjut dalam pengambilan aset-aset lain milik negara yang dikelola oleh pihak swasta.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan optimalisasi pengelolaan serta pemanfaatan aset-aset negara.

Baca juga: Direktur Utama TMII: Kami Tidak Pernah Menerima Anggaran dari APBN ataupun APBD

Baca juga: Direktur Utama TMII Bantah Ada Kerugian Negara dalam Pengelolaan Taman Mini

Pada tayangan ini, Pengamat Ekonomi Center of Reform On Economics-Core, Piter Abdullah mengatakan pemerintah jelas memiliki neraca perhitungan, catatan hingga dokumen tetang aset-aset milik negara.

Baik aset-aset milik negara yang dikelola negara, maupun yang dikelola pihak swasta.

Sapa Indonesia Malam Kompas TV TMII
Setelah TMII, Pemerintah dikabarkan akan lanjutkan pengambil alihan aset lain milik negara yang dikelola swasta

Setelah TMII, pemerintah mungkin juga dapat melakukan pengambil alihan aset-aset lain milik negara yang saat ini sedang dikelola pihak swasta.

"Sekarang ini kita jelas tau, pemerintah memiliki neraca atau catatan atau dokumen yang menjelaskan kekayaan negara itu mana saja."

"Memang tidak mudah untuk mengambil alih, (namun) akan bisa diikuti dengan aset-aset (lain milik) negara yang saat ini sedang dikelola pihak swasta," ujar Piter.

Baca juga: KSP Moeldoko Bantah TMII Akan Dikelola Keluarga Jokowi

Halaman
12
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved