Breaking News:

Gejolak di PKB

Kader PKB Sulsel: Muktamar Luar Biasa Harus Dilaksanakan untuk Selamatkan PKB

Muktamar Luar Biasa (MLB) didorong untuk digelar demi menyelamatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Anggota Komisi III DPRD Jeneponto Andi Mappatunru di kantor DPRD Jeneponto, Senin (10/10/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muktamar Luar Biasa (MLB) didorong untuk digelar demi menyelamatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu disampaikan kader dan mantan Ketua DPC PKB Jeneponto, Sulawesi Selatan, Andi Mappatunru saat dihubungi Tribunnews, Selasa (13/4/2021).

Andi mengatakan, MLB harus digelar karena DPP PKB yang dipimpin Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah melanggar AD/ART hasil Muktamar Bali.

"Harus jadi Muktamar Luar Biasa itu, harus dilaksanakan. Ini tidak ada tujuan lain untuk menyelamatkan Partai Kebangkitan Bangsa," kata Andi.

Andi menjelaskan pelanggaran AD/ART yang dilakukan Cak Imin dkk, satu diantaranya soal pemilihan ketua dan para pengurus DPW hingga DPC.

Dia menjelaskan, untuk pemilihan ketua wilayah adalah melalui usulan DPC maksimal 5 orang lalu dikirim ke DPP, lalu DPP menunjuk ketua.

Baca juga: Mantan Ketua DPC PKB Bandar Lampung Beberkan Alasan Dorongan Digelar MLB

Demikian pula pemilihan Ketua DPC diusul oleh DPAC maksimal 5 orang lalu diseleksi di DPW, lalu DPW mengirim hasil seleksi ke DPP untuk ditinjuk oleh DPP sebagai ketua DPC.

"Namun di Sulawesi Selatan pemilihan DPW dan pemilihan DPC, dan DPAC tidak sesuai dengan AD/ART yang dulu maupun AD/ART Muktamar Bali. Jadi pemilihan DPW, DPC, DPAC Sulawasi Selatan melanggar AD/ART," ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menyebut sebanyak 10 DPW dan 113 DPC menginginkan digelarnya Muktamar Luar Biasa PKB.

"Artinya kita dorong Muktamar Luar Biasa PKB harus kembali ke khitahnya, PKB harus kembali ke tujuan pembentukan PKB karena sekarang sudah bergeser," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved