Breaking News:

Virus Corona

Catat, Pasien Covid-19 Boleh Tidak Berpuasa Jika Berbahaya, Rapid dan GeNose Tidak Batalkan Puasa

MUI keluarkan fatwah tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal tahun 1442 Hijriah termasuk pengecualian puasa bagi yang sakit

(Shutterstock/Petovarga)
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa nomor 24 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal tahun 1442 Hijriah.

Panduan tersebut mencakup pelaksanaan protokol kesehatan dalam ibadah Ramadan, pelaksanaan ibadah puasa, salat, zakat, hingga terkait idul fitri.

Dalam pelaksanaan ibadah puasa, fatwa menyebutkan sejumlah pengecualian puasa bagi umat muslim yang menderita penyakit. 

Disebutkan, setiap mukallaf wajib melaksanakan ibadah puasa Ramadan kecuali yang uzur syar’i.

“Orang Islam yang sedang sakit seperti terkena Covid-19 dan dikhawatirkan kesehatannya  terganggu jika berpuasa, maka ia boleh tidak berpuasa, dan mengqadhanya di hari yang lain saat sembuh,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Asrorun Niam Sholeh - Sekretaris Komisi Fatwa MUI
Asrorun Niam Sholeh - Sekretaris Komisi Fatwa MUI (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Fatwa yang ditetapkan Senin, 12 April 2021 tersebut juga membahas pelaksanaan tes Covid-19 selama ibadah puasa di bulan Ramadan.

"Tes Swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab," ujar Asrorun

MUI juga berpandangan bahwa tes skrining Covid-19 seperti GeNose dan rapid test tidak membatalkan puasa.

"Demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel embusan napas," ujarnya.

Sejumlah penumpang Kereta Api wajib menjalani tes genose yang berlaku 1x24 jam dan tes antigen 3x24 jam di Stasiun Pasar Senen, Sabtu (3/4/2021), Untuk menghindari antrian saat menjalani tes kesehatan, calon penumpang diharapkan H-1 sebelum.jadual keberangkatan. (WARTAKOTA/Nur Ichsan)
Sejumlah penumpang Kereta Api wajib menjalani tes genose yang berlaku 1x24 jam dan tes antigen 3x24 jam di Stasiun Pasar Senen, Sabtu (3/4/2021), Untuk menghindari antrian saat menjalani tes kesehatan, calon penumpang diharapkan H-1 sebelum.jadual keberangkatan. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

Melalui fatwanya, MUI berpandangan bahwa setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran Covid-19.

Halaman
123
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved