Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Pengamat Pendidikan Nilai Nadiem Makarim Jangan Direshuffle: Muda, Berani dan Visioner

Pengamat nilai tidak ada dasar yang kuat untuk mengganti Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, belum ada Mendikbud sebagus Nadiem.

Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim saat luncurkan empat kebijakan merdeka belajar dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).(Kemendikbud) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Pendidikan Budi Trikorayanto menilai, bahwa kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terus menujukan sisi positif.

Bahkan, menurut Budi, belum ada Mendikbud yang sebagus Nadiem Makarim dalam menjawab tantangan dunia Pendidikan di Indonesia.

Atas dasar itu, kata Budi, tidak ada dasar yang kuat untuk mengganti Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

Baca juga: Legislator PDIP Nilai Tak Ada Urgensi Mereshuffle Nadiem Makarim

Hal tersebut disampaikan Budi merespons isu reshuffle kabinet yang berkaitan dengan DPR menyetujui dua nomenklatur baru Kementerian yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud/Ristek) serta Kementeri Investasi/Kepala BKPM.

"Selama puluhan tahun saya mendidik, belum pernah ada Mendikbud sebagus Nadiem Makarim. Muda, berani, visioner dan inovatif. Gerakan Kemerdekaan Pendidikan itu revolusioner," kata Budi Trikorayanto saat dihubungi Tribunnews, Kamis (15/4/2021).

"Nadiem jangan diganti," tambahnya.

Baca juga: Pengamat Nilai Nadiem Makarim Layak Dikocok Ulang

Budi juga menilai, bahwa Nadiem Makarim merupakan sosok yang apolitis dan sangat baik untuk membangkitkan pendidikan yang modern di Indonesia.

Terlebih, mantan CEO GoJek itu, kata Budi, tak memiliki backing organisasi kemasyarakatan maupun partai. Sehingga tanggung jawabnya penuh terhadap Presiden dan akal sehat.

Terkait kabar posisi Nadiem yang santer akan diganti tokoh dari Muhammadiyah, Budi pun menilai bahwa dunia pendidikan jangan terlilit dengan permainan politik.

"Saya tidak berharap jabatan Mendikbud ristek menjadi alat politik untuk pendekatan pada Muhammadiyah. Jutaan guru dan siswa itu tidak boleh menjadi permainan politik. Tidak patut," tegasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved