Breaking News:

Polemik Vaksin Nusantara

Polemik Pelanggaran Prosedural Riset Vaksin Nusantara akan Berdampak pada Sistem Pengawasan BPOM

Polemik pelanggaran prosedural riset Vaksin Nusantara akan berdampak pada sistem pengawasan obat yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Kompas Tv https://www.youtube.com/watch?v=u8CZ49jSsC0
Vaksin Nusantara hingga kini masih menungu uji klinis tahap II 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Profesor Akmal Taher menyebut polemik pelanggaran prosedural riset Vaksin Nusantara akan berdampak pada sistem pengawasan obat yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Padahal kata Akmal, sistem pengawasan BPOM sudah terbangun dan dipakai selama belasan bahkan puluhan tahun.

"Sistem yang dibangun di BPOM ini udah bertahun tahun, berbelas tahun atau puluh tahun. Akibatnya sekali ini lepas, sistem pengawasan obat kita akan terganggu," kata Akmal dalam pernyataan virtualnya, Sabtu (17/4/2021).

Apalagi menurut Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia ini, modal utama BPOM adalah kepercayaan segenap pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: Polemik Vaksin Nusantara, 105 Tokoh Cendekiawan Nyatakan Dukungan untuk BPOM

Sehingga jika satu-satunya modal itu terganggu, maka bukan tidak mungkin timbul efek domino yang merugikan masyarakat.

"Modal BPOM bekerja satu sebenernya, yaitu trust (kepercayaan). Jadi sekali ini terganggu, jangan membayangkan ini hanya berdampak pada masyarakat yang terancam jiwanya, (tapi) sistem yang dibangun bertahun-tahun akan rusak, pengaruhnya bukan cuma dalam negeri tapi luar negeri," ungkap dia.

Diketahui Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai sorotan publik.

Pasalnya vaksin ini tetap melaju uji klinis fase II meski belum mengantongi rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM menyatakan vaksin Nusantara tidak melewati tahap praklinis, sehingga belum dapat melanjutkan uji klinis tahap II. Namun sejumlah anggota DPR RI tetap ngotot menjadi relawan uji klinis tahap II.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved