Sabtu, 30 Agustus 2025

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Rizieq Shihab: Keterangan Saksi Buktikan Tak Ada Kedaruratan Kesehatan di Megamendung

Dalam persidangan, Rizieq mengaku penjelasan sejumlah saksi yang dihadirkan membuatnya tertarik.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Puluhan pendukung Rizieq Shihab yang didominasi ibu-ibu menggelar aksi dukungan di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). Penjagaan ketat dilakukan terkait sidang dakwaan Rizieq Shihab atas tiga kasus yaitu kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Puncak, dan kasus tes usap (swab test) palsu RS Ummi Bogor. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan untuk terdakwa Habib Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Dalam persidangan, Rizieq mengaku penjelasan sejumlah saksi yang dihadirkan membuatnya tertarik.

Sebab berdasarkan data yang dipaparkan saksi, kerumunan di Megamendung sama sekali tak berdampak pada kedaruratan kesehatan masyarakat sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Eks pimpinan FPI ini awalnya menerangkan ulang penjelasan Agus Ridhallah selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor terkait data ada 20 orang mendapat hasil reaktif.

Baca juga: Rizieq Ceritakan Alasan Terjadinya Peletakan Batu Pertama untuk Masjid di Ponpes Megamendung

Namun Camat Megamendung Endi Rismawan lebih merincinya.

Dari 20 orang yang reaktif, hanya 1 orang yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR.

"Tadi menarik penjelasan pak Agus, didapat 20 reaktif. Kemudian pak Camat lebih rinci, betul 20 reaktif tapi setelah di PCR hanya 1 positif," kata Rizieq di persidangan.

Rizieq kemudian mengutip data yang dipaparkan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Megamendung Iwan Relawan.

Dimana data pada bulan Oktober 2020 atau satu bulan sebelum kerumunan Megamendung, ada 2 orang warga positif Corona.

Namun pada November, kasus positif di Megamendung tidak ada alias nol.

Pada Desember bertambah 1 kasus, hingga Februari 5 kasus positif.

"Pak Iwan mengatakan data bulan Oktober, yang positif itu ada dua orang. Bulan November yang ada kerumunan, orang berjejer, peletakan batu pertama di Markaz Syariah, ternyata nol. Bulan Desembernya ada 1, begitu bulan Februari baru ada 5. Betul?" ucap Rizieq sambil mengonfirmasi ke Iwan.

"Betul," Iwan membenarkan.

Paparan data perkembangan kasus yang diterangkan para saksi, kata Rizieq menjadi penting dalam kasusnya.

Sebab data itu bisa dijadikan dasar bahwa kerumunan Megamendung berujung kedaruratan kesehatan masyarakat sama sekali tidak terjadi.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan