Breaking News:

KLHK: Program Pengelolaan Kehutanan Bisa Sukses dengan Pendampingan

Pendamping membuat petani hutan merasa diberikan fasilitas. Fasilitas itu seperti membina petani hutan untuk lebih memahami regulasi kehutanan

Tangkap Layar/HO
Webinar Earth Day Forum 2021 bertajuk Regulasi Baru Pengelolaan Hutan Untuk Rakyat, Rabu (21/4/2021). 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Apik Karyana mengatkaan program pengelolaan kehutanan dapat sukses salah satunya dengan adanya pendampingan bagi petani hutan.

Menurutnya, pendamping membuat petani hutan merasa diberikan fasilitas.  

Fasilitas itu seperti membina petani hutan untuk lebih memahami regulasi kehutanan yang baru hingga membantu mereka dalam memasarkan hasil tani hutan. 

Baca juga: Siti Nurbaya: Lingkungan dan Kehutanan Penting dalam Pertimbangan Ekonomi

Sehingga dapat memberikan benefit yang saling menguntungkan.  Sayangnya, pendampingan kehutanan juga masih memiliki kendala dalam hal biaya.

“Mereka memfasilitasi dari membentuk kelembagaan, pengembangan, usaha pasar, dan sampai mengelola keuangan. Namun kami kesulitan dengan pendamping ini, ada pendamping yang dibiayai APBN dan ada juga yang non-ASN berasal dari swasta," jelasnya dalam Earth Day Forum 2021 : Regulasi Baru Pengelolaan Hutan Untuk Rakyat yang diselenggarakan Katadata pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: KLHK Umumkan Kelahiran Elang Jawa Bernama PRAWARA

"APBN hanya bisa membiayai 1250 sampai 3000 pendamping, padahal satu kelompok (petani hutan) hampir 7000 pendamping ini kita terbantu dengan pendamping mandiri,” sambungnya.

Presiden Direktur Daemeter Aisyah Sileuw menuturkan Peraturan Pemerintah bisa dilaksanakan dengan adanya proses monitoring yang ketat. Intinya peraturan harus dikawal dan dapat efektif.

“Harus jelas ada proses monitoring, pemberian sanksi itu harus efektif. KLHK tidak bisa bekerja sendirian harus dibantu dengan stakeholder masing-masing. Pokoknya perlu ada strategi yang membuat orang bekerja untuk memenuhi peraturan tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, strategi komunikasi perlu dikembangkan termasuk di daerah dan para pelaku kehutanan. 

Baca juga: Kebakaran Hutan Kerap Terjadi di Musim Panas, KLHK Lakukan 4 Sistem ini untuk Pencegahan

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved