Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Kesadaran Masyarakat Penentu Keberhasilan Aturan Cegah Penyebaran Covid-19

Nurhadi mendukung langkah pemerintah yang telah melakukan pengetatan syarat perjalanan jelang larangan mudik Lebaran 2021.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mendukung langkah pemerintah yang telah melakukan pengetatan syarat perjalanan jelang larangan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di India, sungguh-sungguh mengkhawatirkan. Karena itu pemerintah Indonesia memang harus melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus corona itu," ujar Nurhadi saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, adanya pengetatan syarat perjalanan dengan melampirkan keterangan negatif Covid-19 harus didukung oleh semua pihak, agar bulan Ramadan tidak jadi waktu penyebaran virus yang masif.

"Kebijakan pemerintah ini berhasil atau tidaknya, bergantung juga pada kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat untuk tidak pulang kampung alias tidak mudik pada hari Lebaran ini," paparnya. 

Politikus NasDem itu pun meminta pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi mengenai larangan mudik ke publik. 

Jika ada perubahan kebijakan, kata Nurhadi, maka pemerintah harus segera menyampaikan ke masyarakat agar tidak mendapat informasi sesat (hoaks) dari sumber-sumber liar. 

"Pemerintah Daerah juga harus melakukan langkah yang sama dengan pemerintah pusat untuk mengetatkan pergerakan masyarakat," ucapnya.

Selain pengetatan dan peniadaan mudik bagi WNI di dalam negeri guna pencegahan penularan Covid-19, Nurhadi menyebut penting juga bagi pemerintah menutup masuknya Warga Negara Asing (WNA) yang kasus Covid 19 di negaranya meningkat seperti di India.

"Saya juga berharap masyarakat agar tidak euforia secara berlebihan usai melakukan vaksinasi, di samping proses vaksinasi harus tetap berjalan," ujarnya. 

Baca juga: WN India Serbu Indonesia Saat Kasus Covid Melonjak, AP II Ketatkan Pengawasan Bandara

"Masyarakat harus tetap patuhi protokol kesehatan. Di India kasusnya meningkat karena masyarakatnya abai terhadap protokol kesehatan, bahkan di tempat umum pun, jarang sekali yang pakai masker," sambung Nurhadi.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved