Breaking News:

Sate Beracun

Membandingkan Kasus Kopi Mirna dan Sate Beracun Bantul, Sama-sama Gunakan Racun Sianida

Kasus racun sianida yang menewaskan anak driver ojek online beberapa hari lalu bukanlah yang pertama, di Indonesia.

Kolase Tribunnews: TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda dan KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
(Kiri) ayah korban dan (Kanan) perempuan pengirim sate maut yang menewaskan korban. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus sate beracun yang menewaskan anak driver ojek online di Bantul, Yogyakarta, menghebohkan publik. Sate tersebut ternyata mengandung kalium sianida.

Kasus pembunuhan yang menggunakan sianida juga pernah terjadi beberapa tahun lalu di negeri ini. Kejadian itu pun menarik perhatian publik. Kasus Jessica Wongso dan Mirna.

Sebagai informasi, Kalium sianida atau potasium sianida adalah sebuah senyawa dengan rumus KCN.

Garam kristal tak berwarna yang terlihat mirip dengan gula ini sangat larut dalam air.

Sebagian besar KCN digunakan dalam pertambangan emas, sintesis organik, dan galvanisasi.

Penerapan lainnya meliputi penyepuhan dan pemolesan perhiasan.

Galih & Pablo Mendekan di Sel Tikus Lantaran Langgar Peraturan, Senasib dengan Jessica Wongso
Galih & Pablo Mendekan di Sel Tikus Lantaran Langgar Peraturan, Senasib dengan Jessica Wongso (Insatgram @farhatabbasofficial, kompas.com)

Kasus kopi sianida Jessica Wongso

Pada 6 Januari 2016, Indonesia digegerkan kabar kematian perempuan bernama Wayan Mirna Salihin usai menenggak kopi yang ternyata berisi racun sianida.

Mirna berusia 27 tahun ketika menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

Wafatnya Mirna menyita perhatian publik selama sekitar 10 bulan setelah diketahui kasus itu bukan sekadar kematian biasa, melainkan pembunuhan berencana.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved