Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Polri Sebut Pengamanan Pelarangan Mudik Lebaran Hari Pertama Kondusif

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan pengamanan pos penyekatan pelarangan mudik lebaran pada hari pertama secara umum berjalan kondusif.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas gabungan melakukan pengecekan kendaraan roda dua saat penyekatan mudik di Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Selain melakukan penyekatan di Tol Jakarta-Cikampek, pihak kepolisian juga melakukan penyekatan bagi pengendara roda dua yang hendak melakukan mudik Iduk Fitri 1442 H. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan pengamanan pos penyekatan pelarangan mudik lebaran pada hari pertama secara umum berjalan kondusif.

Ia menyampaikan tidak ada kasus yang berarti dalam operasi hari pertama pelarangan mudik lebaran kemarin.

"Situasi terakhir pengamanan arus mudik Lebaran 2021. Situasi terakhir bahwa jalur secara nasional, mobilitas secara nasional ini dalam keadaan aman, lancar, tidak ada hal atau kejadian yang menonjol," kata Istiono dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Istiono pun mencontohkan sejumlah titik posko penyekatan dari Jakarta menuju Sumatera maupun Jakarta menuju Jawa.

Semuanya dinilai telah terkendali.

Baca juga: Satgas Covid-19 Melarang Aktivitas Mudik Lokal di Kawasan Aglomerasi, Jabodetabek, Bandung Raya, dll

"Relatif terkendali aman dan lancar. Kemudian, titik-titik penyekatan dilaksanakan jajaran ini telah dilaksanakan sesuai dengan aturan," ujar dia.

Kendati begitu, Istiono memahami pihaknya juga sempat mendapatkan rekaman video viral terkait protes sejumlah pekerja yang terkena imbas kemacetan di posko penyekatan di Cikarang Barat.

Baca juga: Komisi III DPR Minta Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif Saat Tegakan Aturan Larangan Mudik

Istiono mengatakan pihaknya akan melakukan serangkaian rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi imbas pos penyekatan tersebut.

"Kami atur dinamikanya kita atur, kita juga tidak menghendaki antrian terlalu panjang. Rekomendasinya 5 km. Jangan sampai terlalu panjang," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved