Breaking News:

Pascalebaran, Presiden Jokowi Perintahkan Perkuat PPKM Mikro di Jakarta

Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya memperkuat PPKM Mikro pasca Lebaran 2021 baik di daerah asal pemudik atau daerah tujuan arus balik.

ist
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya memperkuat PPKM Mikro pasca Lebaran 2021.

Penguatan PPKM dilakukan di daerah asal pemudik dan juga daerah tujuan arus balik,  seperti Jakarta.

Hal itu disampaikan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (17/5/2021).

"Tentunya ini tadi arahan bapak Presiden untuk memperkuat PPKM mikro baik di tempat mereka berangkat maupun ditempat tujuan di daerah di Jakarta," kata Airlangga.

Baca juga: Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM Mikro hingga 31 Mei

Selain memperkuat PPKM mikro, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta dan wilayah tujuan arus balik akibat mobilitas penduduk pada perayaan Idulfitri, pemerintah juga memberlakukan random test Covid-19 di sejumlah wilayah asal para pemudik.

Khusus untuk pemudik yang berasal dari Sumatera akan diberlakukan mandatory check.

"Mandatory check di pelabuhan Bakaheuni dan juga ditempat mereka berangkat. tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang naik itu sudah aman dari Covid," katanya.

Baca juga: Kemenkes Siapkan 100 Ribu Tracer Covid-19 Hadapi Arus Balik Lebaran 2021

Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Airlangga, masih relatif terkendali.

Kasus aktif nasional sebesar 5,2 persen, berada di bawah rata-rata global sebanyak 11,09 persen.

Selain itu angka kesembuhan juga berada di angka 92 persen, di atas rata rata global yakni 86,83 persen, dengan angka kematian 2,8 persen di atas rata rata global 2.07 persen.

"Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus 5 Februari yang lalu dan kasus aktif adalah pengurangannya 795 dalam 1 minggu terakhir sehingga kasus aktif berada dalam kisaran 90.800," pungkas Airlangga.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved