Breaking News:

Kemenko PMK: Kampanye Setop Merokok Harus Menyasar Semua Generasi

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan pengendalian tembakau harus

Annas Furqon Hakim/Tribun Jakarta
Konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti 185 Kg tembakau sintetis di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan pengendalian tembakau harus menyasar seluruh kelompok umur.

Meski kampanye stop merokok dikhususkan untuk anak muda demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Semangat bersama kita untuk pengendalian tembakau sekarang ini. Walaupun saat ini khususnya tujuannya untuk kelompok anak mudanya," ujar Agus dalam Launching A Commit to Quit Campaign di Indonesia secara virtual, Selasa (1/6/2021).

"Memang betul kita punya tanggung jawab yang besar pada kualitas SDM di masa mendatang, tapi saya kira kalau soal merokok ini semuanya. Ini mulai dari yang 2 tahun yang tadi itu sampai yang tua ini sasaran kelompok," tambah Agus.

Menurut Agus, bangsa Indonesia bukan merupakan masyarakat yang individualis. Sehingga sasaran kampanye untuk berhenti merokok menyasar seluruh kalangan.

Kelompok masyarakat yang lebih tua, menurut Agus, dapat menjadi panutan bagi para remaja untuk berhenti merokok.

"Itu akan yang atas itu, yang tua itu menjadi panutannya. Ini masih banyak kelompok-kelompok masyarakat yang memang ada panutannya, bukan individualis. Jadi kelompok yang muda ini pasti ada panutannya," tutur Agus.

Sehingga internalisasi untuk tidak merokok, kata Agus, tidak hanya untuk anak remaja saja tapi juga kelompok yang jadi panutan.

Baca juga: Tembakau Alternatif Jadi Solusi untuk Menurunkan Prevalensi Merokok

Dirinya mengajak seluruh pihak untuk bekerjasama dalam memberikan pemahaman serta pengertian kepada kelompok yang masih merokok.

Agus menilai kegiatan merokok tidak memiliki faedah yang jelas bagi masyarakat.

"Saya harap SDM kita mendatang itu tidak melakukan hal-hal yang tidak berguna, yang tidak ada juntrungannya. Merokok ini kan juntrungannya, apa? Kan enggak ada," kata Agus.

Pemerintah, menurut Agus, memiliki tujuan untuk memperbaiki kualitas SDM dengan menurunkan angka perokok. 
 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved