Breaking News:

Pemanfaatan Energi Terbarukan akan Menciptakan Lebih Banyak Pekerjaan Dibandingkan Bahan Bakar Fosil

Ada 77 jenis pekerjaan dapat diciptakan dari efisiensi energi dibandingkan jika menggunakan bahan bakar fosil, hanya ada 27 jenis pekerjaan saja.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
IST
Energi terbarukan dari panel surya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru besar FEUI Bambang Brodjonegoro mengatakan pemanfaatan energi terbarukan akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dibandingkan bahan bakar fosil.

Mantan Menristek ini mengatakan 77 jenis pekerjaan dapat diciptakan dari efisiensi energi dibandingkan jika menggunakan bahan bakar fosil, hanya ada 27 jenis pekerjaan saja.

"Di sejumlah negara Eropa, termasuk Belanda, pemakaian energi angin, solar sel dan lain sebagainya sudah sangat masif dan dinilai berhasil," ujar Bambang dalam webinar Krisis Iklim dan Potensi Solusi: Tantangan di Indonesia dan Belanda, Sabtu (5/6/2021).

Belanda, menurutnya, salah satu negara yang cukup berhasil mengembangkan energi terbarukan.

Bambang mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat global mendukung Green Economy sebagai prioritas dalam pemulihan ekonomi setelah pandemi.

"Mudah-mudahan apa yang pernah dilakukan di Belanda berupa upaya membangun energi terbarukan, bisa juga diterapkan di Indonesia. Sehingga meminimalisir penggunaan batu bara dan minyak dimulai dari sekarang," ujar Bambang.

Baca juga: Pemerintah akan Prioritaskan Energi Terbarukan, Kejar Penambahan 41 Gigawatt

Bambang mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan perubahan melakukan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan lingkungan.

"Apa yang menjadi problem di dunia ini, salah satu yang terbesar adalah over consumption, berlebihan dalam mengonsumsi sesuatu," ucap Bambang.

"Terlalu berlebihnya pemakaian kita terhadap sesuatu dari alam, dapat kita lihat sendiri sekarang, dapat menimbulkan ketidakseimbangan di banyak hal," tambah Bambang.

Sementara itu, Ketua I&P Indonesia Rosalyn Siburian menilai pentingnya penggunaan energi alternatif.

"Pertama, kondisi terkini krisis iklim Indonesia dan dunia. Kedua, bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi aktif. Ketiga, transformasi energi menuju energi alternatif terbarukan di Indonesia. Keempat, pendanaan transisi menuju energi terbarukan," ungkap Rosalyn.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved