Breaking News:

100 Tahun Lahirnya Soeharto

Hadiri Peringatan 100 Tahun Pak Harto, Ini Pesan dari Bamsoet

Bambang Soesatyo menekankan setiap tokoh yang memimpin Indonesia sebagai presiden, punya jasa besar dalam pembangunan bangsa dan negara.

Istimewa
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan setiap tokoh yang memimpin Indonesia sebagai presiden, punya jasa besar dalam pembangunan bangsa dan negara. Termasuk HM Soeharto, Presiden Indonesia ke-2, yang memimpin Indonesia selama lebih kurang 32 tahun (1967-1998). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan setiap tokoh yang memimpin Indonesia sebagai presiden, punya jasa besar dalam pembangunan bangsa dan negara.

Termasuk HM Soeharto, Presiden Indonesia ke-2, yang memimpin Indonesia selama lebih kurang 32 tahun (1967-1998).

Salah satunya dengan memberikan kewenangan kepada MPR RI untuk menyusun dan menetapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang membuat arah pembangunan nasional dan daerah terencana dengan baik.

Baca juga: Soroti Utang Indonesia yang Menumpuk, Titiek Soeharto: Pak Harto Pasti Sedih Lihat Keadaan Ini

"GBHN diterjemahkan oleh pemerintah pusat kedalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Sementara oleh pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dokumen GBHN diterjemahkan ke dalam dokumen Pola Dasar Pembangunan Daerah (Poldasbangda). Tidak heran jika pada masa itu, Indonesia berhasil melakukan banyak pembangunan monumental. Seperti swasembada pangan pada tahun 1984, yang mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 1985," ujar Bamsoet usai menghadiri Tasyakur Haul 100 Tahun HM Soeharto, di Masjid At-Tin, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Daftar Tokoh yang Hadiri Peringatan 100 Tahun Lahirnya Soeharto: Ada Prabowo, Anies hingga AT

Turut hadir antara lain Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Nasaruddin Umar, Din Syamsuddin, Akbar Tanjung, Sutiyoso serta Sri Edi Swasono.

Dari keluarga besar Soeharto hadir antara lain Siti Hardijanti Rukmana, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi serta Hutomo Mandala Putra.

Bamsoet menjelaskan, sejak 1 April 1969 hingga 21 Mei 1998, tidak kurang dari enam Tap MPR tentang GBHN dihasilkan oleh MPR RI pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Sejumlah pejabat hadiri peringatan 100 tahun kelahiran Presiden ke-2 RI Jenderal Besar HM Soeharto di Masjid Agung At-Tin, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021).
Sejumlah pejabat hadiri peringatan 100 tahun kelahiran Presiden ke-2 RI Jenderal Besar HM Soeharto di Masjid Agung At-Tin, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Antara lain Tap MPR No. IV/MPR/1973; Tap MPR No. II/MPR/ 1978; Tap MPR No. IV/ MPR/1983; Tap MPR No. II/MPR/1988; Tap MPR No. II/MPR/1993; dan terakhir Tap MPR No. II/MPR/1998.

"Sebagai turunan dari GBHN, pemerintahan Presiden Soeharto membuat enam Repelita. Yakni Repelita I (1969-1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian. Repelita II (1974-1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa, Bali dan Madura, di antaranya melalui transmigrasi. Repelita III (1979-1984) menekankan bidang industri padat karya untuk meningkatkan ekspor," jelas Bamsoet.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved