Breaking News:

Wacana Jokowi 3 Periode, Politikus PAN: Jangan Bikin Kegaduhan

Guspardi Gaus merasa heran, masih ada upaya pihak tertentu mendorong kembali wacana jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode.

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memantau percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.//Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus merasa heran, masih ada upaya pihak tertentu mendorong kembali wacana jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga priode. Guspardi mempertanyakan apa motif dan untuk kepentingan siapa, yang jelas menurutnya gerakan itu bertolak belakang dengan sikap Jokowi yang jelas menolak maju tiga kali karena bertentangan UUD 1945 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus merasa heran, masih ada upaya pihak tertentu mendorong kembali wacana jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode.

Guspardi mempertanyakan apa motif dan untuk kepentingan siapa, yang jelas menurutnya gerakan itu bertolak belakang dengan sikap Jokowi yang jelas menolak maju tiga kali karena bertentangan UUD 1945.

Menurutnya, jika ditelusuri usulan masa jabatan presiden tiga priode pertama kali muncul pada November 2019, seiring dengan wacana amandemen terbatas UUD 1945.

Baca juga: Suhendra Disebut Lakukan Operasi Senyap untuk Jokowi 3 Periode

"Kala itu Jokowi menyarankan agar MPR membatalkan amendemen UUD 1945 jika usulan liar jabatan presiden 3 priode terus muncul. Secara terpisah, Ketua MPR Bambang Soesatyo pun telah menyatakan, tidak ada pembahasan di internal MPR untuk mengubah Pasal 7 UUD 1945 yang mengatur soal masa jabatan presiden," kata Guspardi, kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Diketahui, Presiden Jokowi sudah dua kali mengeluarkan pernyataan yang menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.

"Hal ini jelas menunjukkan bahwa presiden Jokowi taat dan patuh pada konstitusi negara," ujar Guspardi.

Legislator asal Sumatera Barat itupun menegaskan, sikap presiden yang tidak setuju MPR untuk mengamandemen UUD 1945 dan dua kali penolakannya, seharusnya menjadi rujukan semua pihak agar jangan lagi mewacanakan Jokowi 3 periode.

"Saya tidak tahu apa motif mereka dan diklasifikasikan kelompok mana relawan Jokpro 2024 ini. Apakah kelompok ini yang di maksud ingin menampar muka jokowi, mencari muka atau menyeret Jokowi untuk tidak taat pada UUD 1945 atau bisa juga cari panggung dan sensasi," ucapnya.

Anggota Baleg DPR RI ini menambahkan, munculnya relawan JokPro 2024 yang kembali mendorong masa jabatan presiden tiga priode mengkhianati cita-cita Reformasi dan tidak sesuai dengan amanat konstitusi atau UUD 1945.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved