Breaking News:

Cerita Korban UU ITE akan Banyak Didengar Kecuali Mereka yang Seharusnya Mendengar Sudah Tuli

Damar mengungkapkan pengalamannya sejak 2013 hingga sekarang dalam mengadvokasi korban UU ITE

zoom-inlihat foto Cerita Korban UU ITE akan Banyak Didengar Kecuali Mereka yang Seharusnya Mendengar Sudah Tuli
twitter
Blogger dan pegiat Safenet Damar Juniarto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SAFEnet, Paguyuban Korban UU ITE (PAKU ITE) bekerjasama dengan jaring.id yang didukung PPMN meluncurkan buku “Matinya Kebebasan Berpendapat: Ketika Para Korban UU ITE Bertutur” dan microsite semuabisakena.id secara virtual pada hari ini Rabu (23/6/2021).

Buku tersebut memuat pengalaman 10 korban Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mereka di antaranya Muhadkly Acho, Furqan Ermansyah, Muhammad Arsyad, Vivi Nathalia, Saiful Mahdi, Saidah Saleh Syamlan, Diananta Putra Sumedi, Ervani Emy Handayani, Wadji, dan Baiq Nuril Maknun.

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto berpandangan cerita para korban UU ITE tersebut akan banyak didengar kecuali mereka yang seharusnya mendengar sudah "tuli" semua.

Baca juga: Kumpulan Cerita 10 Korban UU ITE Diluncurkan dalam Bentuk Buku dan Microsite

Ia pun berharap para korban UU ITE lain juga mau menceritakan pengalamannya lewat platofrm semuabisakena.id tersebut.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara peluncuran buku dan microsite Kumpulan Cerita Korban UU ITE secara virtual di kanal Youtube SAFEnet Voice pada Rabu (23/6/2021).

"Cerita-cerita ini saya yakini akan membawa kebaikan dan cerita-cerita ini saya yakini akan banyak didengar.

Kecuali mereka yang seharusnya mendengar sudah 'tuli' semua," kata Damar.

Sebelumnya, Damar mengungkapkan pengalamannya sejak 2013 hingga sekarang dalam mengadvokasi korban UU ITE.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved