Breaking News:

Virus Corona

PPKM Darurat Bakal Diputuskan, Ini Sikap Kemendikbudristek Soal Kepastian PTM Terbatas

Kemungkinan ada kebijakan baru dari pemerintah terkait pelaksanaan pembelajaran setelah PPKM darurat ditetapkan.

TRIBUNNEWS/Jeprima
Sejumlah murid saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di SDN Malaka Sari 13 Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2 yang diikuti 226 sekolah salah satunya SDN Malakasari 13. Siswa yang ikut belajar tatap muka yang digelar pada pukul 07.00-09.00 WIB hanya 50% dari kapasitas. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dikabarkan akan ditetapkan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri menyebut ada kemungkinan keputusan ini akan diumumkan pada hari ini.

"Hari ini kemungkinan pak presiden atau pemerintah akan mengumumkan kebijakan-kebijakan PPKM terbatas, khusus, darurat untuk Jawa dan Bali," ujar Jumeri dalam webinar 'Kebijakan PTM Terbatas Menyambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: PPKM akan Segera diumumkan, Jokowi Tanya Persiapan Kapolda Jabar

Jumeri mengatakan kemungkinan ada kebijakan baru dari pemerintah terkait pelaksanaan pembelajaran setelah PPKM darurat ditetapkan.

Sejauh ini, Jumeri mengatakan bahwa ketetapan mengenai pembelajaran tetap mengacu kepada SKB 4 Menteri dan instruksi Mendagri nomor 14 2021.

Meski begitu, Kemendikbudristek siap mengikuti ketetapan dari pemerintah.

"Kemungkinan ada kebijakan pemerintah yang baru. Maka sikap kita adalah kita akan mengikuti semua kebijakan pemerintah," tutur Jumeri.

Baca juga: Sedang Isolasi Mandiri Karena Positif Covid-19, Lansia di Tambora Nekat Bunuh Diri Pakai Celurit

Dirinya mengatakan saat ini Kemendikbudristek masih menunggu keputusan dari pemerintah.

Kemendikbudristek siap menerima keputusan jika pemerintah memutuskan daerah di zona merah dan oranye harus belajar dari rumah.

Meski begitu, Jumeri mengatakan tidak boleh disamaratakan kondisi perdaerah, bahwa seluruh daerah tidak bisa gelar pembelajaran tatap muka.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved