Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Posko Penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali Kini Bertambah Menjadi 651 Titik

Polri mencatat penambahan titik posko penyekatan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa-Bali.

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Herudin
Petugas melakukan penyekatan mobilisasi masyarakat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). Untuk mencegah kemacetan yang terjadi pada hari pertama hingga hari keempat pelaksanaan PPKM darurat di Jakarta, polisi mulai melakukan kanalisasi di pos penyekatan. Kanalisasi ini dilakukan dengan memisahkan kendaraan dan membaginya ke dalam beberapa jalur. Untuk tenaga kesehatan (nakes), ada jalur khusus. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penambahan titik posko penyekatan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa-Bali.

Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan posko penyekatan PPKM Darurat yang semula berjumlah 407 titik, kini bertambah menjadi 651 titik agar mencegah mobilitas masyarakat.

"Jumlahnya 651 (posko penyekatan) dan ini terus dinamis. Di hari pertama operasi ada 407, tetapi terus di hari jajaran dan kewilayahan mengevaluasi," kata Rudy Antariksawan dalam diskusi daring, Rabu (7/7/2021).

Ia menuturkan penambahan titik penyekatan itu diklaim telah berhasil mengurai titik kemacetan di posko penyekatan.

Baca juga: Polda Metro Sebut Terjadi Penurunan 50 hingga 60 Persen Mobilitas Masyarakat di DKI

Setidaknya mobilitas masyarakat turun hingga 60 persen.

"Kalau yang ditutup hanya di perkotaan-perkotaan. Dari hulunya tidak dicegah, ini sama saja. Oleh karenanya mulai dari kemarin dan ini sudah benar-benar kelihatan mobilitas berkurang," tambah dia. 

Ia menyampaikan pihak kepolisian tengah terus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM Darurat.

Khususnya terkait pola pemeriksaan di pos penyekatan yang kerap menimbulkan kerumunan.

"Semakin ke sini pada akhirnya semakin bagus, masyarakat semakin menyadari. Kuncinya memang itu, kesadaran kita semua untuk mengurangi mobilitas," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved