Breaking News:

Virus Corona

Lusius Pontang-Panting Cari Tabung Oksigen Selamatkan Ibunya yang Kena Happy Hipoxia

Kebutuhan tabung oksigen meningkat seiring melonjaknya jumlah masyarakat positif Covid-19.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pekerja sedang melakukan pengisian ulang tabung oksigen di Ferdian Oksigen Jalan Sadewo Utara Blok -E No 2 Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/7/2021). Harga isi ulang tabung untuk 1m3 sebesar 50 ribu, untuk 1.5m3 70 ribu, sedangkan 2m3 di harag 80 ribu. Dalam satu hari rata-rata kita mengisi 80 tabung. Untuk permintaan oksigen saat ini over, terhitung setelah lebaran ini naik sekitar 300 persen. Untuk pelayanan sendiri kita buka mulai pukul 08.00 WIB. (Tribun jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat kesulitan mencari tabung gas. Ada yang harus rela mengantre berjam-jam, bahkan ada juga yang tertipu lantaran mencoba membeli secara daring.

Kebutuhan tabung oksigen meningkat seiring melonjaknya jumlah masyarakat positif Covid-19. Per hari Senin (12/7) jumlah pasien positif bertambah hingga 40.427 orang.

Lusius (26) berbagi pengalamannya, sempat kesulitan mencari tabung oksigen. Kejadian ini, dialaminya ketika berjuang mencari tabung oksigen, ketika ibunya positif Covid-19 dam mengalami gejala happy hypoxia atau gagal napas.

"Saat dilarikan ke IGD saturasi oksigen ibu hanya 56 persen. Dari rumah kondisi ibu sudah meracau karena oksigennya sangat rendah," ujar Lusius kepada Tribun Network, Senin (12/7/2021).

Lusius membawa ibunya ke Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sampai sana, Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh. Lalu, diminta untuk mencari tabung oksigen secara mandiri.

"Waktu itu panik karena dokter bilang harus cepet," tutur Lusius. Dia kemudian bergegas mencari tabung oksigen.

Baca juga: Cara Atasi Kekurangan Oksigen dalam Darah, Lakukan Cara Berikut

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ia mencari ke daerah Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur. Di sana orang yang mengantre sudah panjang.

"Kira-kira yang antrean di depan toko tabung oksigen itu sampai 3 km. Setelah hampir 3 jam barulah saya dapat oksigen," ujarnya.

Baca juga: 30 Unit Oksigen Konsentrator Tiba dari Singapura, Australia Kirim 1.000 Ventilator

Waktu itu beli tabung oksigen baru Rp 520 ribu. Kalau harga sekarang ini saya kurang tahu." 

"Setelah saya balik ke rumah sakit, ternyata ibu saya sudah dapat ruang IGD. Dan sudah diberi selang pernapasan. Akhirnya tabung oksigen yang saya beli saya kasih ke rumah sakit, kalau-kalau ibu saya butuh," sambungnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved