Breaking News:

Idul Adha 2021

MUI: Kurban Kambing Tidak Boleh Diganti Dengan Kurban APD

Asrorun Ni'am Sholeh menyebutkan tidak membenarkan adanya anggapan kurban hewan bisa digantikan dengan kurban Alat Pelindung Diri (APD) saat hari raya

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh menyebutkan tidak membenarkan adanya anggapan kurban hewan bisa digantikan dengan kurban Alat Pelindung Diri (APD) saat hari raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

"Penyembelihan hewan kurban misalnya ada (anggapan) tujuan yang lebih besar, jadi kurban kambing diganti dengan kurban APD, tetap tidak diperkenankan dalam konteks makna ibadah di Idul Adha," kata Ni'am dalam diskusi daring, Rabu (14/7/2021).

Dalam konteks ibadah Idul Adha, kata Ni'am, kurban tetaplah harus mengikuti syariah yang bersifat taufiqi.

Dalam ketentuan ini, bentuk ketaatan dan ketertundukan manusia kepada Tuhan berupa hewan kurban.

"Jadi ada dua dimensi di dalam aktivitas di hari Idul Adha ini yang pertama adalah dimensi ubudiyah yang dasarnya adalah ketaatan dan ketertundukan yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan syariah yang bersifat taufiqi," ujar dia.

Di samping itu, Ni'am menyatakan manusia juga perlu memahami adanya dimensi lain yaitu ijtima'iyah.

Baca juga: Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban Digelar Sehari setelah Salat Idul Adha

Artinya, seluruh umat juga diminta untuk melakukan ibadah sosial yang bersifat kemasalahatan orang banyak.

Dalam konteks pandemi Covid-19, seluruh umat Islam diminta turut membantu sesama masyarakat untuk mengurangi dampak yang sosial-ekonomi akibat wabah virus tersebut.

"Pelaksanaannya untuk tujuan kemanusiaan, maka harus dipastikan menjawab masalah kontemporer untuk mengoptimalkan kemaslahatan dalam aktivitas ibadah kurban ini. Hari ini kita sedang berada dalam wabah ada dampak yang langsung dialami oleh masyarakat baik dampak kesehatan dampak sosial termasuk dampak ekonomi," jelasnya.

Atas dasar itu, ia meminta pelaksanaan hewan kurban dapat dimanfaatkan untuk mengurangi beban masyarakat. Ia merekomendasikan daging kurban yang dibagikan telah dikemas atau diolah untuk dapat disantap masyarakat.

"Majelis Ulama Indonesia di samping mengatur pelaksanaan aktivitas ibadah kurbannya, juga menetapkan fatwa kebolehan pemanfaatan daging kurban dengan cara dikalengkan, dengan cara dibuat kornet, dengan cara dibuat rendang agar nilai manfaat dari ibadah penyembelihan kurban ini optimal bagi masyarakat," tukasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved