Breaking News:

Panitia Pemotongan Hewan Kurban Dilarang Bagikan Daging dengan Sistem Kupon

Kementerian Agama (Kemenag) melarang penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk membagikan daging kurban dengan sistem kupon.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ilustrasi 

"Terkait dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, kita membuat ketentuan pelaksanaannya tidak langsung setelah salat Idul Adha untuk mengurangi kerumunan. Maka penyelenggaraannya pelaksanaannya itu dimulai pada sehari setelahnya yaitu tanggal 11 Zulhijah 12 Zulhijah dan 13 Zulhijah," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah dalam aturan tersebut meminta agar penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan ruminansia.

"Akan tetapi jika tidak tersedia atau kapasitas RTRHnya itu penuh, maka dapat dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat. Tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat," imbuhnya.

Kurban APD

Pada bagian lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh tidak membenarkan adanya anggapan bahwa kurban hewan bisa digantikan dengan kurban Alat Pelindung Diri (APD) saat hari raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

"Penyembelihan hewan kurban misalnya ada (anggapan) tujuan yang lebih besar, jadi kurban kambing diganti dengan kurban APD, tetap tidak diperkenankan dalam konteks makna ibadah di Idul Adha," kata Ni'am dalam diskusi daring, Rabu (14/7).

Dalam konteks ibadah Idul Adha, kata Ni'am, kurban tetaplah harus mengikuti syariah yang bersifat taufiqi. Dalam ketentuan ini, bentuk ketaatan dan ketertundukan manusia kepada Tuhan berupa hewan kurban.

"Jadi ada dua dimensi di dalam aktivitas di hari Idul Adha ini yang pertama adalah dimensi ubudiyah yang dasarnya adalah ketaatan dan ketertundukan yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan syariah yang bersifat taufiqi," ujarnya.

Di samping itu, Ni'am menyatakan, manusia juga perlu memahami adanya dimensi lain yaitu ijtima'iyah. Artinya, seluruh umat juga diminta untuk melakukan ibadah sosial yang bersifat kemaslahatan orang banyak.

Dalam konteks pandemi Covid-19, seluruh umat Islam diminta turut membantu sesama masyarakat untuk mengurangi dampak yang sosial-ekonomi akibat wabah virus tersebut.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved