Breaking News:

Apresiasi Mundurnya Rektor UI dari Komisaris BRI, Ade Armando Desak Pemerintah Revisi Statuta UI

Rektor UI, Arie Kuncoro telah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris Bank BRI.

ui.ac.id
Ari Kuncoro saat presentasi tujuh besar calon Rektor UI di Kampus UI Salemba, Gedung Pascasarjana, Kamis (19/09/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Rektor UI, Arie Kuncoro telah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris Bank BRI.

Diketahui dalam surat itu disebutkan bahwa Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya, selaku Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen mulai 21 Juli 2021.

Salah seorang Dosen UI, Ade Armando mengapresiasi langkah Arie yang mengundurkan diri dari jabatan Komisaris.

Namun Ade tetap mendesak agar peraturan pemerintah nomor 75 2021 tentang statuta UI yang sempat menjadi dasar rangkap jabatan oleh Ari Kuncoro juga direvisi.

Baca juga: Buntut Polemik Ari Kuncoro, Fadli Zon Usul MWA UI Dibubarkan

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando saat paparan hasil survei dengan tema,
Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando saat paparan hasil survei dengan tema, "Sikap Publik Nasional Terhadap Konflik Israel dan Palestina", Senin (31/5). (screenshot)

Karena menurut Ade, ada banyak hal di luar persoalan aturan rangkap jabatan rektor yang perlu dikritisi.

Di antaranya adalah memberikan peran sangat besar kepada rektor, misalnya dalam hal mencabut gelar penghormatan hingga jabatan akademik dan meniadakan peran dewan guru besar dalam hal tertentu.

Oleh karena itu Ade meminta Statuta tersebut bisa ditarik agar bisa ditinjau kembali.

Serta ditulis kembali dengan cara yang bertanggung jawab.

Baca juga: Setelah Pamit dari Komisaris BUMN, Ari Kuncoro Diminta Mundur Juga dari Jabatan Rektor UI

"Yang kemudian menjadi masalah adalah ada banyak pasal-pasal dalam Statuta yang baru itu ternyata misalnya meniadakan peran Dewan Guru Besar dalam hal-hal tertentu."

"Ada kekuatan yang sangat besar diberikan kepada rektor dalam memberhentikan misalnya. Itu ada banyak sekali hal, jadi ada banyak isu lain diluar soal rangkap jabatan dan menjadi komisaris tersebut yang ada dalam Statuta tersebut,"

Halaman
12
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved